Selama dua hari pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (YPPSD), suasana intelektual dan spiritual begitu terasa hidup. Kegiatan ini bukan sekadar forum pelatihan biasa, melainkan ruang pembentukan arah baru pendidikan pesantren yang lebih substantif, aplikatif, dan berorientasi pada kualitas keilmuan santri serta profesionalitas para guru dan ustadz.
TOT kali ini menghadirkan semangat baru dalam membaca wajah pendidikan pesantren. Setiap bidang ilmu agama tidak hanya dipelajari sebatas teks dan hafalan, tetapi dituntut untuk dipahami secara mendalam serta mampu diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Dari disiplin ilmu nahwu, shorof, fiqih, akhlaq, hingga berbagai cabang keilmuan Islam lainnya, seluruh peserta diajak menyelami hakikat ilmu sebagai jalan pembentukan karakter dan peradaban.

Dalam sesi penutupan, Gus Anas memberikan sambutan sekaligus materi penguatan yang penuh makna dan arah perubahan. Beliau menegaskan bahwa transformasi pendidikan pesantren harus dimulai dari kualitas guru dan sistem pembelajaran yang benar-benar terukur. Di hadapan seluruh peserta, para peserta terbaik dari setiap bidang ilmu dipanggil untuk diuji secara langsung sesuai bidang keahliannya masing-masing. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan secara mendalam, mulai dari penjelasan kaidah nahwu, analisis shorof, hingga implementasi nilai-nilai akhlaq dalam kehidupan sehari-hari.
Momen tersebut menjadi simbol bahwa pesantren tidak lagi cukup hanya melahirkan santri yang mampu membaca kitab, tetapi harus mampu memahami, menjelaskan, serta mengamalkan kandungan ilmunya secara nyata dalam kehidupan masyarakat.
TOT ini juga menjadi titik awal perubahan besar kurikulum pendidikan di lingkungan YPPSD. Yayasan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar mutu pendidikan diniyah secara serius dan terukur. Mulai tahun ini, santri yang tidak memenuhi standar kelulusan Madrasah Diniyah tidak akan dinaikkan kelas, meskipun pada lembaga formalnya dinyatakan naik kelas. Kebijakan ini menjadi langkah tegas bahwa pendidikan pesantren memiliki marwah dan standar akademik sendiri yang harus dijaga bersama.
Harapan besar pun ditanamkan, agar lulusan Pondok Pesantren Sunan Drajat benar-benar menjadi generasi yang menguasai ilmu agama secara utuh, mampu mengamalkan nilai-nilai Islam, serta siap menjadi penerus perjuangan ulama di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Pada penghujung acara, dilakukan pembagian penghargaan dan hadiah kepada peserta terbaik dari seluruh bidang ilmu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kemampuan, dan kesungguhan mereka selama mengikuti TOT.
Tidak hanya itu, di sela-sela penutupan seluruh peserta juga menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen moral dan profesional dalam mengemban amanah sebagai guru dan ustadz. Pakta tersebut menjadi simbol kesiapan untuk mengabdi dengan penuh tanggung jawab, disiplin, tertib, menjunjung tinggi etika yayasan, serta menjaga nama baik dan almamater keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat.
Suasana haru dan penuh khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta berdiri bersama menyanyikan lagu “Padamu Negeri” sebagai bentuk cinta tanah air, penghormatan kepada ibu pertiwi, serta penegasan bahwa pesantren dan nasionalisme adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kiai Mas’ud, memohon keberkahan ilmu, kekuatan dalam pengabdian, serta harapan agar langkah besar transformasi pendidikan di YPPSD senantiasa mendapat ridha Allah SWT.
TOT YPPSD 2026 bukan hanya tentang pelatihan. Ia adalah ikhtiar besar membangun kembali ruh pendidikan pesantren: menghadirkan ilmu yang hidup, guru yang berintegritas, dan santri yang siap menjadi cahaya bagi agama, bangsa, dan peradaban. “najihae”




