Beranda Berita Semifinal Sunan Drajat International Fest 2026: Dari Kompetisi Menuju Prestasi, Bersama Ponpes...

Semifinal Sunan Drajat International Fest 2026: Dari Kompetisi Menuju Prestasi, Bersama Ponpes Sunan Drajat Membangun Generasi Berprestasi

26
0

LAMONGAN — ahad 14 juni 2026, Kompetisi Islami bertaraf nasional dan internasional, Sunan Drajat International Fest 2026, kini memasuki fase yang paling mendebarkan. Setelah menyaring gelombang pendaftaran yang membeludak dari berbagai penjuru dunia, panitia pelaksana resmi merilis nama-nama mutiara Qur’ani yang berhasil menembus babak semi final. Fase krusial ini menjadi pembuktian bagi para peserta yang telah menyisihkan ribuan kompetitor dari lintas negara.

Perhelatan agung yang diinisiasi oleh Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat ini mempertandingkan tiga cabang perlombaan, yaitu:

  1. MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an): Lomba membaca Ayat Suci Al-Qur’an dengan memperhatikan tajwid, lagu, dan suara yang indah.
  2. MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an): Ajang kompetisi atau perlombaan menghafal Al-Qur’an dengan memperhatikan tajwid, kelancaran, dan ketepatan hafalan.
  3. MQK (Musabaqah Qiraatil Kutub): Ajang kompetisi atau perlombaan dalam membaca, memahami, dan Menakar kedalaman literasi kitab kuning klasik.

Setiap cabang perlombaan tersebut dibagi secara adil ke dalam tiga jenjang pendidikan, mulai dari tingkat MI/SD, SMP/MTs/SLTP, hingga MA/SMA/SMK/SLTA. Dari total ribuan pendaftar yang masuk ke meja panitia, sistem penilaian yang ketat dan verifikasi akhirnya menetapkan 180 peserta terbaik yang telah diambil dari setiap jenjang dan cabang lomba untuk berlaga di babak semi final.

Kredibilitas kompetisi ini semakin menarik dengan hadirnya jajaran dewan juri yang merupakan tokoh-tokoh berpengaruh dengan rekam jejak terbaik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya adalah:

  1. Ustadz Uman (Peraih prestasi nasional MTQ)
  2. Ustadz Saiful Munir (Juri bereputasi internasional)
  3. Ustadz Saiful Huda (Pakar Al-Qur’an tingkat ASEAN)
  4. Nur Khoiriyah (Tokoh perempuan juri ajang nasional)

Mengingat sebaran wilayah peserta yang sangat luas, babak semi final digelar secara daring melalui platform Zoom. Pemanfaatan teknologi ini sukses menjembatani jarak, menghubungkan talenta-talenta terbaik dari hampir seluruh provinsi di Indonesia hingga ke mancanegara. hingga babak semi final yang berlangsung sengit, seorang peserta asal Malaysia berhasil menunjukkan taringnya dan melaju ke babak berikutnya.

Meskipun dipisahkan oleh jarak fisik dan bertatap muka melalui layar digital, atmosfer ketegangan dan aura kompetisi sama sekali tidak luntur. Setiap peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri yang dikenal objektif dan berintegritas tinggi.

Dari total 20 semifinalis di setiap jenjang dan cabang lomba tersebut, kompetisi akan disaring semakin ketat. Panitia hanya akan memilih 6 peserta terbaik di setiap jenjang dan cabang untuk mendapatkan tiket emas menuju babak final. Langkah ini menjadi ujian mental yang sesungguhnya bagi calon-calon pemimpin masa depan berakhlakul karimah.

Melalui perpaduan antara kemandirian ekonomi pesantren, penguasaan teknologi digital dalam seleksi, dan penjagaan kemurnian ilmu agama, Pondok Pesantren Sunan Drajat menegaskan komitmennya untuk tidak pernah berhenti mencetak generasi Qur’ani yang bermental entrepreneur rahmatan lil ‘alamin. Siapakah 6 finalis terbaik dari tiap jenjang yang akan bersujud syukur di panggung utama Bumi Damai Lamongan nanti? Jawabannya akan tersaji pada malam penuh keberkahan, 21 Juni 2026.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini