Beranda Berita Gelar Halaqoh Keilmuan Pesantren Perdana, PP. Sunan Drajat Pimpin Langkah Besar Standarisasi...

Gelar Halaqoh Keilmuan Pesantren Perdana, PP. Sunan Drajat Pimpin Langkah Besar Standarisasi Aksara Pegon di Indonesia

68
0

Lamongan – Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga sekaligus mengembangkan khazanah keilmuan pesantren melalui penyelenggaraan Halaqoh Keilmuan Pesantren 2026 bertajuk “Penguatan Ekosistem Akademik Aksara Pegon di Pesantren Indonesia: Standarisasi, Digitalisasi, dan Pedoman Penulisan Ilmiah”. Kegiatan perdana yang berlangsung di Hall Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, Banjaranyar, Paciran, Lamongan, pada Selasa–Rabu (16–17/6/2026) ini menjadi ikhtiar nyata untuk merumuskan standar akademik aksara Pegon yang selama ini belum memiliki pedoman baku di lingkungan pesantren.

Dalam sambutannya, Gus Dr. H. Anas Al Hifni, S.E.I., M.Si., menegaskan bahwa pesantren harus mampu menjawab tantangan zaman dengan menggabungkan kekuatan ilmu dan ekonomi. Menurutnya, selama ini Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat telah menjalankan dakwah melalui sektor ekonomi (bil iqtishad), dan kini saatnya diperkuat melalui dakwah berbasis keilmuan (bil ilmi). Ia juga memperkenalkan tiga pilar besar pengembangan PPSD, yakni Hilirisasi Pendidikan, Hilirisasi Ekonomi dan Industrialisasi, serta Hilirisasi Networking dan Dakwah. “Tim hebat itu dilahirkan dari tekanan hebat,” ungkapnya, sembari menekankan pentingnya membangun mental santri yang mandiri, berwawasan luas, serta berjiwa entrepreneur rahmatan lil ‘alamin.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus H. Murobbi Binnur, S.H., menyampaikan rasa bangganya atas capaian Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat yang kini telah memiliki kurikulum sendiri. Menurutnya, orientasi pendidikan pesantren bukan semata-mata mencetak profesi tertentu, melainkan membentuk karakter khas santri Sunan Drajat. “Entah nanti santri lulus jadi apa, yang penting mempunyai mental Pondok Pesantren Sunan Drajat,” tuturnya. Senada dengan itu, Ketua Tim Majlis Ilmu, Dr. Sulanam, M.Pd., menjelaskan bahwa halaqoh menjadi sarana penting untuk menjaga hubungan antara pesantren induk dengan pesantren-pesantren alumni, sekaligus mentransformasikan perkembangan terbaru agar tradisi keilmuan terus hidup dan berkembang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Kesantrian YPPSD, Bapak Suyono, S.H., M.Pd., M.Pd.I., mengungkapkan bahwa salah satu persoalan yang dihadapi pesantren saat ini adalah belum adanya standarisasi penulisan aksara Pegon. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Tim Majlis Ilmu bersama tim penyusun kitab menggagas halaqoh yang tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi menghasilkan luaran konkret berupa pedoman atau kitab standarisasi penulisan aksara Pegon. Pada hari pertama, peserta mengikuti parallel session berupa bedah 12 kitab beraksara Pegon karya Tim Majlis Ilmu Pondok Pesantren Sunan Drajat. Adapun hari kedua difokuskan pada halaqoh standarisasi Pegon yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama RI dan para pakar Pegon nasional.

Kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari 15 pesantren jejaring alumni Pondok Pesantren Sunan Drajat, dengan masing-masing pesantren mengirimkan lima peserta. Seluruh peserta memperoleh fasilitas secara gratis, mulai dari penginapan, konsumsi, transportasi, hingga mendapatkan 12 kitab karya Tim Majlis Ilmu PPSD. Ke depan, Halaqoh Keilmuan Pesantren direncanakan menjadi agenda tahunan dengan jangkauan yang lebih luas, termasuk melibatkan pesantren-pesantren alumni di luar Pulau Jawa. Melalui forum ini, Pondok Pesantren Sunan Drajat tidak hanya ingin menjaga warisan aksara Pegon, tetapi juga menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan tradisi keilmuan pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman, selaras dengan semangat Catur Piwulang Sunan Drajat untuk terus memberi manfaat kepada umat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini