Beranda Berita Komisi I Rumuskan Penguatan Mutu Pendidikan, Digitalisasi, dan Pengembangan SDM Pesantren

Komisi I Rumuskan Penguatan Mutu Pendidikan, Digitalisasi, dan Pengembangan SDM Pesantren

77
0

Pasuruan, Jawa Timur – Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (YPPSD) melalui Komisi I (Kepala dan Administrasi) menghasilkan sejumlah rumusan strategis dalam pelaksanaan Rapat Kerja (RAKER) Yayasan. Pembahasan difokuskan pada penguatan mutu pendidikan, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi santri, digitalisasi administrasi, serta penguatan tata kelola lembaga pendidikan.

Dalam bidang pendidikan pesantren, Komisi I menegaskan pentingnya standar kompetensi lulusan yang tidak hanya mampu membaca kitab turats (kitab kuning), tetapi juga memahami kandungan, melakukan tarkib, serta mampu menjelaskan materi kitab secara sistematis sesuai jenjang pendidikan. Penguatan ilmu alat seperti Nahwu dan Sharaf menjadi fondasi utama dalam pembelajaran di berbagai unit pendidikan.
Selain penguatan akademik, pembinaan karakter santri juga menjadi perhatian utama. Seluruh peserta didik diarahkan mendapatkan perlakuan yang adil dan setara tanpa membedakan latar belakang keluarga maupun status sosial. Setiap lembaga juga diwajibkan menyusun rekapitulasi nilai kepribadian santri yang mencakup kedisiplinan, kerapian, adab, dan karakter untuk diintegrasikan melalui sistem digital SantriLink.


Pada tingkat pendidikan formal, Komisi I mendorong pengembangan kelas unggulan sebagai program pembinaan terstruktur untuk menyiapkan peserta didik melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun perguruan tinggi luar negeri. Program tersebut diarahkan dengan pembelajaran terintegrasi, penguatan metodologi penelitian, serta pembinaan intensif untuk menghadapi kompetisi akademik dan olimpiade.
Sementara itu, lembaga Madrasah Diniyah (Madin) diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyelarasan kurikulum, penguatan kemampuan kitab, evaluasi pembelajaran, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Pengembangan manajemen madrasah juga menjadi bagian penting agar tata kelola berjalan efektif, efisien, dan terdokumentasi dengan baik.
Di bidang teknologi dan keterampilan, unit pendidikan seperti SMP, MTs, dan SMK diarahkan untuk memperkuat kompetensi digital, bahasa, serta keterampilan praktis. Pembelajaran IT dilakukan secara bertahap mulai dari teori dasar hingga praktik, sedangkan SMK lebih difokuskan pada pembelajaran produktif dan kesiapan menghadapi dunia kerja serta industri.
Komisi I juga memberikan perhatian terhadap pengembangan perguruan tinggi dan Ma’had Aly. Penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi unggulan, pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis digital, integrasi kewirausahaan, hingga program KKN internasional menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lembaga.
Selain itu, penguatan sumber daya manusia pesantren terus dilakukan melalui pembinaan pengurus, peningkatan kompetensi guru, serta optimalisasi peran tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Melalui hasil RAKER tersebut, YPPSD menegaskan komitmennya untuk terus membangun pesantren yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keilmuan pesantren.
Visi Yayasan
Berkepribadian Santri, Bermental Entrepreneur, Berwawasan Global, dan Berakhlaqul Karimah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini