Beranda Berita PP. Sunan Drajat Umumkan Pemenang Lomba Esai Milad ke-49 dan Karya Ilmiah...

PP. Sunan Drajat Umumkan Pemenang Lomba Esai Milad ke-49 dan Karya Ilmiah Aksara Pegon

8
0

LAMONGAN — Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat mengumumkan para pemenang Lomba Esai dalam rangka Milad Pondok Pesantren Sunan Drajat ke-49 serta Karya Ilmiah Penulisan Aksara Pegon dalam kegiatan Pembinaan GTK Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Selasa (6/10/2026). Pengumuman dan penyerahan penghargaan berlangsung di Hall Sunan Drajat dan dihadiri oleh Ketua Yayasan, Sekretaris Yayasan, Majelis Keluarga PP. Sunan Drajat, serta GTK se-Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Dalam kategori SLTP Lomba Esai, Juara 1 diraih oleh Farhan Mubarok dari SMPN 2 Paciran Sunan Drajat, sedangkan Juara 2 diraih Zahra Alvareta Dwi Anggrareni, juga dari SMPN 2 Paciran Sunan Drajat. Untuk kategori SLTA, Juara 1 diraih Florin Putri Ramadhani dari SMK Sunan Drajat Lamongan, sementara Juara 2 diraih Ayna Zakiyatun Nikmah dari SMK Sunan Drajat Lamongan. Penghargaan Lomba Esai tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan YPPSD Ning Nuril Agustina.

Sementara itu, dalam Karya Ilmiah Penulisan Aksara Pegon, Juara 1 diraih oleh Dr. Syahrul Munir, M.Pd.I. dari MTs. Sunan Drajat. Juara 2 diraih Muhyidin, M.Ag. dari Universitas Sunan Drajat Lamongan, sedangkan Juara 3 diraih Muhammad Hubbi, M.Pd. dari MA Ma’arif 7 Sunan Drajat. Penghargaan kepada para pemenang Karya Ilmiah Penulisan Aksara Pegon diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Gus H. Murobbi Binnur, S.H.

Usai menerima penghargaan sebagai Juara 1, Dr. Syahrul Munir, M.Pd.I. menyampaikan gagasan karya ilmiah terbaik dengan tema “Integrasi Nilai-nilai Moral Pesantren Terhadap Transformasi Teknologi.” Dalam paparannya, ia mengangkat hubungan antara tradisi pesantren, perkembangan teknologi, dan nilai kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai sarana pelayanan bagi manusia dengan tetap menjadikan adab dan akhlak sebagai pengendali.

Menurutnya, pesantren memiliki tradisi yang adaptif dan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai yang menjadi identitasnya. Selain itu, ia mengaitkan perkembangan teknologi dengan peluang memperluas pengenalan aksara Pegon, yang selama ini menjadi bagian dari tradisi keilmuan pesantren. Dengan adanya lomba esai dan karya ilmiah tersebut, Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat tidak hanya memberikan ruang bagi warga yayasan untuk berkompetisi, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya literasi, penelitian, serta pengembangan gagasan yang berangkat dari tradisi dan nilai pesantren.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini