Beranda Berita PP Sunan Drajat Gelar Bahtsul Masail Kubro III Se-Jawa Madura, Perkuat Tradisi...

PP Sunan Drajat Gelar Bahtsul Masail Kubro III Se-Jawa Madura, Perkuat Tradisi Kajian Hukum Islam

15
0

LAMONGAN — Pondok Pesantren Sunan Drajat kembali menyelenggarakan Bahtsul Masail Kubro Ke-III tingkat se-Jawa Madura Tahun 2026 pada Rabu–Kamis, 4–5 November 2026. Kegiatan ini menjadi forum keilmuan bagi para peserta untuk membahas berbagai persoalan keagamaan melalui kajian hukum Islam dengan merujuk pada dalil dan literatur keilmuan para ulama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung pada Rabu, 4 November 2026, pukul 13.00–14.00 WIB di halaman Pondok Pesantren Sunan Drajat, Banjaranyar, Paciran, Lamongan. Acara dipandu oleh M. Ilham Jefri Al Bukori selaku pembawa acara (MC), diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Haikal Robbani. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus H. Murobby Binnur, S.H., dan Rais Syuriah PCNU Lamongan, KH. Salim Azhar. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa oleh Gus Dr. Syahrul Munir, M.Pd., sebelum dilanjutkan dengan Jalsah Ula.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh keluarga besar pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, jajaran pengurus yayasan dan pondok pesantren, serta sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama. Di antaranya Kepala Bidang Kepesantrenan dan Pendidikan Formal Nonformal YPPSD, Suyono, S.H., S.Pd., M.Pd.; Kepala Pondok Pesantren Putra Sunan Drajat, Nur Halim, M.Pd.I.; Tim Ahli Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Zahro Wardi; Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur, K. M. Hamim Khudori; serta Rais Syuriah PCNU Lamongan, KH. Salim Azhar. Hadir pula dewan mushohhih, perumus, tamu undangan, dan para peserta dari berbagai daerah di Jawa dan Madura.

Bahtsul Masail sebagai Jawaban atas Tantangan Zaman

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus H. Murobby Binnur, S.H., menyoroti perubahan besar yang terjadi akibat perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari kegiatan ekonomi, transaksi digital, kehidupan rumah tangga, hingga cara masyarakat memperoleh informasi dan mencari jawaban atas persoalan hukum keagamaan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, justru semakin menegaskan pentingnya forum Bahtsul Masail. Kemudahan memperoleh informasi dan jawaban hukum perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap landasan serta proses penggalian hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia mengingatkan bahwa setiap ketetapan hukum memiliki landasan dan asas yang harus dipahami. Oleh karena itu, forum Bahtsul Masail bukan sekadar ruang bertukar pendapat, melainkan juga wadah untuk melatih ketelitian, kedalaman pemahaman, dan tanggung jawab dalam menjawab persoalan masyarakat.

Gus Oby berharap pembahasan yang berlangsung dalam majelis tersebut dapat menghasilkan pemikiran dan rujukan keilmuan yang bermanfaat, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat luas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap menjaga semangat tradisi kajian keislaman melalui kegiatan Bahtsul Masail.

Regenerasi Ulama dan Penguatan Tradisi Keilmuan

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Lamongan, KH. Salim Azhar, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kehadiran seluruh peserta dan ulama dalam forum ini membawa keberkahan serta menjadi sumber pencerahan bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama, khususnya Pondok Pesantren Sunan Drajat, dan masyarakat yang membutuhkan pemahaman hukum Islam.

Ia secara khusus mengapresiasi munculnya generasi muda dari kalangan ustadz yang mulai mengambil peran dalam forum pembahasan masalah keagamaan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pertanda baik bagi keberlanjutan tradisi keilmuan pesantren sekaligus regenerasi ulama.

Salim Azhar juga berpesan agar setiap persoalan yang dibahas dapat dikaji secara cermat dengan merujuk pada dalil dan ibarat dalam kitab-kitab klasik. Ia meyakini bahwa khazanah keilmuan yang diwariskan para ulama terdahulu memiliki kedalaman pembahasan yang dapat menjadi rujukan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Di akhir sambutannya, ia berharap Pondok Pesantren Sunan Drajat senantiasa berkembang dan semakin maju dalam menjaga serta mengembangkan tradisi keilmuan Islam.

Penyelenggaraan Bahtsul Masail Kubro Ke-III ini menjadi bagian dari komitmen Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam merawat tradisi intelektual pesantren dan memperkuat peran ulama dalam menjawab persoalan umat. Melalui forum tersebut, diharapkan lahir pemikiran keagamaan yang berlandaskan khazanah keilmuan Islam, disusun melalui pembahasan yang mendalam, serta dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini