Beranda Berita Perdana, Majelis Ahwa Samudra: Dari Menanam Kebaikan hingga Pentingnya Persatuan

Perdana, Majelis Ahwa Samudra: Dari Menanam Kebaikan hingga Pentingnya Persatuan

53
0

Majelis Ahad Wage Santri Alumni dan Muhibbin PP. Sunan Drajat (Majelis Ahwa Samudra) edisi perdana 28 Mei 2023 telah tertunaikan. Acara demi acara dalam kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. Para jama’ah tampak khusu’ dan antusias mengikuti setiap tahapan acara. Mulai istighotsah, mahallul qiyam, sambutan-sambutan, ngaji kitab dan puncaknya sebagai gong rutinan ini yaitu doa yang sekaligus disempurnakan dengan musafahah dengan Abah Yai sebagai pemungkas acara ini.

Acara dimulai kira-kira pukul 10.00 wib. Molor 1 jam dari yang sudah diagendakan, tentu saja. Tapi sejak pukul 08.30 wib beberapa hadirin alumni dari berbagai wilayah sudah menunggu di Ndalem atas. Beberapa sebagian lagi menunggu di pos jaga gerbang utama PP. Sunan Drajat. Mereka yang sudah hadir sejak 08.30 wib tersebut ada yang dari Bojonegoro, Tuban, Gresik, Lamongan dan banyak lagi yang tidak bisa penulis pastikan dari mana.

Sebagai kelanjutan rutinan yang sebelumnya dilakukan setiap Jum’at Pahing, Majelis Ahwa Samudra, yang sekali lagi, diagendajan pada setiap Ahad Wage, tampak dari hadirin, tidak sedikit merupakan wajah-wajah baru. Yang sebelumnya, pada rutinan Jum’at Pahing jarang atau bahkan belum pernah hadir sama sekali. Maklum, hari Jum’at adalah hari kerja. Sehingga sulit untuk menghadiri rutinan ini.

Selain itu, karena ini hari Ahad, acara terasa mengalir begitu saja. Tanpa harus mempercepat setiap sesi untuk berkejaran dengan waktu sholat Jum’at. Sehingga sudah pukul 11.00 wib pun, istighotsah yang dipimpin Kyai Jauharun tersebut tetap khusu’ dan terasa lapang ditunaikan.

Usai istighotsah, acara dilanjut dengan mahalul qiyam. Dengan alunan sholawat yang dibawakan dengan kualitas vokal yang istimewa, tak terelakkan suasana semakin syahdu.

Sementara itu, di lantai bawah, tepatnya di halaman Pondok Putri mulai berjubel Wali Santri yang berkunjung untuk sambang anak-anaknya. Hal itu menghadirkan suasana yang unik dan mengesankan: riuh namun teratur.

Matahari semakin meninggi. Udara di luar semakin panas. Tapi tidak di Ndalem atas, sejuk dan tenang.

Tuan Rumah MQKN 2023
“Insya Alloh bulan Juli 2023 ini Pondok kita akan punya gawe besar. Mulai tanggal 9-18. Jadi, sekitar selama 9 hari. Yaitu sebagai tuan rumah Musabaqoh Qiroatul Kutub Nasional (MQKN) 2023. Diikuti sekitar 3.500 peserta dari 34 Provisnsi seluruh Indonesia,” papar Pak Nur Halim Ketua Panitia MQKN 2023, dalam sambutannya seusai sesi istighotsah dan mahalul qiyam, sekaligus untuk sosialisasi kegiatan tersebut.

Pria asal Jawa Tengah yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Pondok Putra tersebut menambahkan, bahwa sebagai alumni sudah selayaknya turut merasa bangga atas ditunjuknya PPSD sebagai tuan rumah pada gelaran tingkat nasional tersebut. Hal itu menunjukkan, PPSD dinilai mampu oleh pihak eksternal, Pemerintah yang diwakili Kementerian Agama Islam RI dalam hali ini, untuk menyelenggarakan kegiatan besar tersebut.

Dalam kesempatan itu pula, sebelum mengahiri sambutannya, Pria yang juga akrab dipanggil Pak Halim itu, meminta dukungan kepada segenap keluarga besar alumni PPSD untuk kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut.

Permulaan untuk Kebesaran
“Wiwitane seng agawe gedhe (permulaan yang akan membuat besar). Itulah salah satu maksud dari pemilihan hari Ahad Wage ini.” Kata Ketua Umum PP. Pessandra, Dr. Sulanam, dalam mengawali sambutannya.

Pak Ketum juga menyinggung konteks perubahan hari rutinan ngaji alumni dari Jum’at Pahing menjadi Ahad Wage yang disingkat menjadi Majelis Ahwa Samudra. Bahwa pengubahan hari tersebut setelah mempertimbangkan banyaknya masukan dan kemudian disowankan kepada Dewan Pembina yang selanjutnya bersama menyowankan agenda tersebut kepada Abah Yai.

Lebih lanjut, Pria yang juga pengajar di UINSA tersebut, berharap rutinan ini tidak hanya bisa diikuti oleh alumni melainkn juga para muhibbin PPSD.

Ia yakin dengan mengikuti kegiatan rutinan ini dapat menjadi tanaman kebaikan selaku alumni yang hasilnya bisa dipanen di akhirat kelak maupun di dunia ini di masa yang akan datang.

Pria asal Wotan Gresik itu menekankan tentang kenyataan bahwa tanah PPSD merupakan tanah yang telah tercampur dan bersenyawa dengan partikel-partikel doa selama ratusan tahun silam sejak Mbah Drajat.

“Melalui kegiatan rutinan ini semog menjadi ruang tersambungnya kita dengan tanah dan tempat kita pernah belajar dulu. Dan menjadi lampu penerang dalam kegiatan harian kita masing-masing.” tambahnya.

Sebelum mengahiri sambutannya, Pria yang juga Ketua Lazisnu PCNU Gresik itu menyampaikan kemungkinan Musolla Pondok Putri atau Masjid Agung Pondok Putra dijadikan tempat Majelis Ahwa Samudra bulan depan.

“Karena dua tempat tersebut mempunyai keistimawaan dan bersejarah. Baik secara spiritual maupun filosofis. Di Musolla putri ada sumur peninggalan Mbah Drajat dan di Masjid Agung terdapat penanaman Cakra,” pungkasnya.

Majelis dilanjut ngaji kitab yang sedianya diasuh oleh Gus Oby,namun karena Gus Oby berhalangan untuk persiapan ibadah haji, ngaji kitab kemudian diasuh oleh Gus Mun’im.

Untuk Alumni
Gus Mun’im memulai ngaji dengan mengutip hadist Nabi tentang sifat penting orang mu’min. Yaitu persatuan.

Orang mukmin harus saling memguatkan. Sebagaimana bangunan rumah.

Rumah yang baik mestilah terdiri dari banyak kontruksi dan fungsi yang berbeda. Namun saling melengkapi. Demikian juga orang mu’min lebih-lebih alumni Sunan Drajat.

“Untuk itu melalui Pessandra, alumni Drajat harus benar-benar merapatkan barisan. Jangan jadi orang yang senang melihat ora susah. Dan sebaliknya,” Gus Mun’im lebih lanjut menekankan penjelesan dalam ngaji tersebut.

Ngaji berjalan dengan khidmat. Tak terasa sudah berjalan 1,5 jam. Jarum jam menunjukkan pukul 12.30 wib.

Di penghujung ngaji kitab tersebut, Gus Mun’im berpesan kepada alumni untuk terus meniatkan ke dalam hati masing-masing tentang nilai perjuangan dalam hidup di mana pun berada.

“Jangan sampai hidup yang hanya sekali ini tanpa ada nilai perjuangan,” pesan Gus Mun’im.

Majelis ditutup dengan doa Abahyai dilanjut musafahah oleh semua hadirin Majelis Ahwa Samudra kali ini. Barokalloh..

Teks ngaji bisa diunduh di link berikut: Ngaji Majelis Ahwa Samudra edisi 28 Mei 2023
***
Disclaimer: tulisan ini bersifat pribadi, ada kurang tepatnya murni dari keterbatasan penulis. Untuk itu, mohon dimaafkan oleh para pembaca budiman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini