Lamongan – Sebanyak 1.648 santri baru Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (YPPSD) masih aktif mengikuti rangkaian Pengenalan Lingkungan Pesantren (PLP) Tahun Pelajaran 2026–2027 hingga memasuki hari ke-36. Dari total 1.660 santri yang terdaftar, hanya 12 santri yang berdasarkan hasil monitoring dinyatakan tidak krasan di lingkungan pesantren.

Data tersebut disampaikan Ketua Badan Pelaksana Pengenalan Lingkungan Pesantren (BP-PLP) YPPSD 2026–2027, Bapak Subekhi, M.Pd.I., dalam kegiatan Apresiasi Seni Santri Tingkat Yayasan di halaman MTs Sunan Drajat Lamongan, Senin malam (10/8/2026). Berdasarkan jumlah tersebut, tingkat santri yang tetap krasan mencapai 99,28 persen, sedangkan santri yang tidak krasan tercatat sebesar 0,72 persen.
Bapak Subekhi menjelaskan, berdasarkan hasil monitoring, kondisi tidak krasan yang dialami 12 santri tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh lingkungan pesantren. Dalam proses monitoring ditemukan adanya unsur keluarga yang menjadi faktor penyebab sebagian santri memilih tidak melanjutkan tinggal di pesantren.
Capaian tersebut menjadi hal yang patut disyukuri mengingat para santri telah menjalani rangkaian PLP selama 36 hari. Selama masa tersebut, santri baru mengikuti berbagai kegiatan dan materi sebagai bagian dari proses adaptasi terhadap lingkungan, budaya, kedisiplinan, serta kehidupan kepesantrenan di YPPSD.
Dengan tingkat krasan yang mencapai 99,28 persen, BP-PLP terus melakukan pendampingan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Para santri selanjutnya akan mengikuti tahapan akhir PLP sebelum secara resmi mengakhiri masa pengenalan lingkungan pesantren dan melanjutkan proses pendidikan di Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat.




