Beranda Berita Siswi Madrasah Muallimin Muallimat Sunan Drajat Raih Juara I Kaligrafi Pegon Tingkat...

Siswi Madrasah Muallimin Muallimat Sunan Drajat Raih Juara I Kaligrafi Pegon Tingkat Kabupaten Lamongan pada HSN 2026

53
0

LAMONGAN — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Drajat. Muassisatun Najwa, siswi kelas IV Madrasah Muallimin Muallimat Sunan Drajat, berhasil meraih Juara I Musabaqah Kaligrafi Pegon Tingkat Ulya Se-Kabupaten Lamongan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026. Pengumuman dan pelaksanaan babak final lomba tersebut berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Graha Narita, Tikung, Kabupaten Lamongan.

Ajang ini diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) Lamongan, PCNU Lamongan, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan. Perlombaan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar dan santri untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melestarikan aksara Pegon melalui seni kaligrafi.

Musabaqah Kaligrafi Pegon diikuti oleh siswa dan siswi aktif dari sekolah, madrasah, maupun pondok pesantren di wilayah Kabupaten Lamongan. Kompetisi ini dilaksanakan melalui dua tahapan, yakni babak penyisihan dan babak final. Pada tahap penyisihan, peserta membuat karya berdasarkan teks Pegon yang telah ditentukan panitia, sedangkan jenis, bentuk, dan aliran kaligrafi diberikan kebebasan kepada peserta. Karya yang dikirimkan harus orisinal dan dibuat sendiri menggunakan spidol di atas kertas, kemudian diunggah melalui Instagram sesuai ketentuan panitia.

Dari tahap penyisihan, panitia memilih sepuluh karya terbaik pada setiap kategori untuk melaju ke babak final. Para finalis kemudian ditantang untuk membuat karya secara langsung di lokasi penilaian dengan waktu pengerjaan selama 150 menit. Tahap final ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan, ketelitian, kreativitas, dan penguasaan seni kaligrafi Pegon secara langsung.

Keberhasilan Muassisatun Najwa meraih Juara I pada kategori Tingkat Ulya menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya dalam mengolah aksara Pegon menjadi karya seni yang bernilai. Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Madrasah Muallimin Muallimat Sunan Drajat dan keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Lebih dari sekadar perlombaan seni, kaligrafi Pegon memiliki nilai penting dalam tradisi pendidikan pesantren. Aksara Pegon telah lama digunakan sebagai media untuk menuliskan dan mempelajari berbagai khazanah keilmuan Islam dalam bahasa lokal. Melalui kegiatan semacam ini, generasi muda diajak untuk mengenal, menjaga, dan mengembangkan warisan budaya literasi pesantren agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Prestasi yang diraih Muassisatun Najwa pada momentum Hari Santri Nasional 2026 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas, dan berani berkompetisi di berbagai bidang. Capaian tersebut juga memperkuat komitmen Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam mendukung pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pengembangan bakat, keterampilan, dan pelestarian budaya Islam Nusantara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini