Beranda Berita Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa Madura Ke-III Di PP Sunan Drajat Resmi Ditutup,...

Bahtsul Masail Kubro Se-Jawa Madura Ke-III Di PP Sunan Drajat Resmi Ditutup, Perkuat Tradisi Keilmuan Pesantren

52
0

LAMONGAN — Rangkaian Bahtsul Masail Kubro Ke-III Se-Jawa Madura di Pondok Pesantren Sunan Drajat Tahun 2026 resmi berakhir pada Kamis, 5 November 2026. Acara penutupan berlangsung pukul 12.00–13.30 WIB setelah para peserta menyelesaikan tiga jalsah pembahasan yang telah dilaksanakan sejak pembukaan pada Rabu, 4 November 2026.

Kegiatan penutupan dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur; Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, Gus Dr. Syahrul Munir, M.Pd.I.; Kepala Pondok Pesantren Putra Sunan Drajat, Ustaz Nur Halim, M.Pd.I.; dewan mushohhih dan perumus, serta para peserta dari berbagai pesantren di Jawa dan Madura.

Acara dipandu oleh M. Ilham Jefri Albukhori sebagai pembawa acara (MC). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Sholawat Nabi dan Mahallul Qiyam oleh Grup Sholawat Al Muqtashima Pondok Pesantren Sunan Drajat. Selanjutnya, perwakilan peserta dari Pondok Pesantren Lirboyo Induk menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti forum Bahtsul Masail Kubro Ke-III.

Dalam sambutannya, Kepala Pondok Pesantren Putra Sunan Drajat, Ustadz Nur Halim, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta serta pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan. Ia juga menyampaikan bahwa berbagai masukan dan evaluasi dari peserta akan menjadi bahan perbaikan bagi penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

Menurutnya, Bahtsul Masail merupakan forum istimewa yang perlu terus dijaga keberlangsungannya. Forum ini menjadi ruang bagi para kader ulama untuk mengembangkan kapasitas keilmuan, berdiskusi, serta membahas persoalan umat dengan berpedoman pada khazanah keilmuan pesantren.

“Forum seperti ini merupakan forum yang sangat istimewa, jalsah yang harus kita lestarikan, karena tidak semua pesantren mempunyai kader ulama seperti panjenengan semua,” ungkapnya.

Ia berharap tradisi Bahtsul Masail semakin berkembang dan memiliki lebih banyak peminat, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Ia juga berharap seluruh pihak yang terlibat memperoleh keberkahan dari ilmu dan pengabdian dalam menjaga khazanah keilmuan Islam.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembacaan hasil keputusan Bahtsul Masail Kubro Ke-III oleh perwakilan dewan perumus, Gus Vaurak Tsabat. Pembacaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian kegiatan setelah seluruh pembahasan dilaksanakan dalam tiga jalsah. Selanjutnya, doa dipimpin oleh dzurriyah Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus Dr. Syahrul Munir, M.Pd.I., bersama KH. Zahro Wardi.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan sambutan sekaligus doa oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur. Penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya forum keilmuan yang mempertemukan para ulama, dewan perumus, dan peserta dari berbagai pesantren di wilayah Jawa dan Madura.

Melalui penyelenggaraan Bahtsul Masail Kubro Ke-III ini, Pondok Pesantren Sunan Drajat terus berupaya menjaga tradisi intelektual pesantren sebagai ruang pengkajian dan pendalaman hukum Islam. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat silaturahmi antarpesantren, tetapi juga mendorong lahirnya generasi penerus ulama yang memiliki kedalaman ilmu, ketelitian dalam mengkaji persoalan, serta tanggung jawab dalam memberikan manfaat bagi umat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini