Beranda Berita Langkah Besar Pondok Pesantren Sunan Drajat Wujudkan Pesantren Percontohan Bidang Kurikulum

Langkah Besar Pondok Pesantren Sunan Drajat Wujudkan Pesantren Percontohan Bidang Kurikulum

420
0

Lamongan, 20–21 Mei 2026 — Setelah melalui perjalanan panjang selama kurang lebih satu tahun dengan total 42 kali pertemuan intensif, Majlis Ilmu Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) akhirnya resmi meluncurkan 12 Modul Standar Bidang Ilmu Agama dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) Modul dan MGMP Bidang Ilmu Agama yang diikuti sekitar 160 Dewan Asatidz se-Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Peluncuran modul tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan kurikulum pesantren di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Tidak sekadar menjadi simbol keseriusan pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan, langkah ini juga menjadi bentuk nyata ikhtiar pesantren dalam menghadirkan sistem pembelajaran agama yang lebih terarah, terukur, sistematis, dan berkelanjutan.

Majlis Ilmu PPSD sendiri terdiri dari 13 anggota aktif yang dibentuk berdasarkan SK Pembina Yayasan Pondok Pesantren sunan Drajat H. Murobbi Binnur pada Tanggal 17 April 2025 berdasarkan  Nomor surat : A.101/180/S.Kep/YPPSD/IV/2025 dan dipelopori oleh Gus Anas Alhifni dan Gus Oby. Selama satu tahun terakhir, tim tersebut secara konsisten mengadakan pembahasan, musyawarah, kajian kitab, penyusunan materi, hingga finalisasi modul pembelajaran untuk berbagai jenjang pendidikan.

Dalam sambutannya, Dr. Sulanam selaku ketua Majlis Ilmu menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh tim Majlis Ilmu yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi lahirnya standar pembelajaran agama di lingkungan pesantren.

“Alhamdulillah, setelah melalui kurang lebih 42 kali pertemuan selama satu tahun terakhir, Majlis Ilmu akhirnya berhasil menyusun dan meresmikan 12 kitab modul pembelajaran bidang ilmu agama untuk jenjang SLTP, SLTA, dan Madin. Ini bukan hanya tentang Modul Kitab Keagamaan, tetapi tentang masa depan pendidikan pesantren yang harus terus berkembang tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan salaf,” ungkapnya.

Dr. Sulanam juga menambahkan bahwa kita patut menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gus Ans Alhifni, yang telah memberikan begitu banyak pengorbanan demi terwujudnya semua ini. Beliau tidak hanya meluangkan waktu dan tenaga, tetapi juga memberikan dukungan materi yang luar biasa besar. Bahkan, kurang lebih sebesar 500 juta rupiah atau setengah miliar rupiah telah beliau gelontorkan dengan penuh keikhlasan demi berdirinya dan berkembangnya perjuangan ini hingga menjadi seperti sekarang. Semoga segala pengorbanan, ketulusan, dan kebaikan beliau mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.

Sementara itu, Gus Murobbi Binnur dalam arahannya menegaskan bahwa keberadaan modul standar ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan sanad keilmuan pesantren sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di seluruh lembaga yayasan.

“Pesantren besar bukan hanya diukur dari banyaknya santri, tetapi dari kuatnya sistem pendidikan dan keberlanjutan ilmunya. Modul ini adalah langkah awal untuk memastikan bahwa ruh keilmuan Sunan Drajat tetap hidup, terjaga, dan bisa diwariskan secara sistematis kepada generasi berikutnya,, dan yang tidak dimiliki pesantren lain adalah kitab yang ditulis ini menguraikan empat ajaran kanjeng sunan drajat ” dawuh Gus Murobbi binnur yang sekarang menjadi ketua Yayasan.

Beliau juga menambahkan bahwa standardisasi kurikulum bukan berarti menghilangkan kekhasan pesantren, melainkan menjadi sarana untuk memperkuat identitas dan kualitas pendidikan pesantren di tengah perkembangan zaman.

Senada dengan itu, Gus Anas Alhifni menegaskan bahwa seluruh guru dan tenaga kependidikan wajib mengikuti TOT sebagai bentuk kesungguhan pesantren dalam membangun kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

“Kami ingin seluruh asatidz memiliki arah pembelajaran yang sama, visi yang sama, dan semangat yang sama dalam mendidik santri. TOT ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari proses membangun budaya akademik pesantren yang kuat, disiplin, dan berkualitas,” terang Gus Anas.

Ia juga menegaskan bahwa Pondok Pesantren Sunan Drajat memiliki cita-cita besar untuk menjadi pesantren percontohan dalam bidang kurikulum pesantren di Indonesia.

“Selama ini Sunan Drajat dikenal berhasil membangun kemandirian ekonomi pesantren. Ke depan, kami juga ingin dikenal sebagai pesantren yang berhasil membangun sistem pendidikan yang unggul. Dengan tagline Mondok Sambil Sekolah, kami ingin menghadirkan pendidikan yang mampu mengintegrasikan ilmu agama dan pendidikan formal secara seimbang, berkualitas, dan terstandar,” tambahnya.

Adapun modul yang resmi diluncurkan meliputi berbagai bidang keilmuan inti pesantren, yaitu:

Daftar Modul Bidang Ilmu Agama PPSD

1. Rif‘atu ad-Daraja fi Taḥsini at-Tilawah – Bidang Al-Quran (MQ)

2. Al-Arba‘una Hadītsan min Arba‘ Kalām Kāsunanan – Bidang Hadist (SLTP)

3. Al-Himmah Al-Kamilah fi Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah – Bidang Hadist (SLTA)

4. Nur At-Tauhid ‘Ala Mandhumat Aqidatu Al-Awam – Bidang Tauhid (SLTP)

5. Aqidah Kaum Santri – Bidang Tauhid (SLTA)

6. Nuzhat al-Arwaḥ fi al-Mawa‘idh al-Arba‘ah – Bidang Akhlaq (SLTP)

7. Al-Mawa‘iz al-Arba‘ah – Bidang Akhlaq (SLTA)

8. Nail al-Darajāt fi Fiqh al-Ḥayāh – Bidang Fiqih (SLTP)

9. Fiqh ad-Darajāt fi al-Qawā‘id at-Taṭbīqiyyah – Bidang Fiqih (Madin)

10. Al-Darajāt al-‘Āliyah fi al-Fiqh al-Islāmi – Bidang Fiqih (SLTA)

11. Taysirun An-Nahwi Fi Manhaj Sunan Drajat – Bidang Nahwu (Madin)

12. Sulam Al-Darajat fi Ahkami Shigoh Wa-Abniyah – Bidang Shorof (Madin)

Kegiatan TOT dan peluncuran modul ini menjadi bukti nyata bahwa Pondok Pesantren Sunan Drajat terus bergerak maju membangun peradaban pendidikan Islam yang adaptif, modern, dan visioner tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren yang telah diwariskan para masyayikh.

Dengan hadirnya modul-modul resmi tersebut, diharapkan kualitas pembelajaran agama di seluruh lembaga Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat semakin kuat, seragam, dan mampu melahirkan generasi santri yang alim, berakhlak, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan masa depan. “Najih.Ae

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini