Bagaimanakah pandangan islam tentang merayakan kemerdekaan tanah air?
فتاوي يسألونك (٦٨) – ثُمَّ أَنَّنَا تُحْتَفِلُ بِيَوْمِنَا الوطني كُلُّ عَامٍ تَذْكِيْرًا بِتَوْفِيقِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ لِمُؤسِّيسِ الملكةِ الْمُغْفُورِ لَهُ الْمَلِكِ عَبْدِ الْعَزِيزِ الَّذِي وَجَدَ أَجْزَانَهَا الْمُتَبَاعِدَةَ وَجَمَعَ شُعُوبَهَا الْمُتَفَرِّقَةَ عَلَى كِتَابِ اللهِ وَسُنَّةِ رَسُولِهِ وَأَنَّمُ اللهُ نِعْمَتَهُ عَلَيْهَا بِحَالَةٍ مِنَ الْعَمِّ وَالْاسْتِقْرَارِ انْفَرَدَتْ بِهَا بَيْنَ الْعَالِمِ وَشُعُوبِهِ فَالتَذْكِيرُ اليوم الوطني المملكة في نظري مُهِم وَمَظْلُوبٌ لِأَنَّ فِيْهِ دَعْوَةً لِلْمُوَاطِنِينَ إِلَى أَنْ يَذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْهِ وَ لكرواها بِالاسْتِقَامَةِ عَلَى دِينِهِ كِتَابًا وَ سُنَّةٌ لِئَلَّا يُبَدِّرَ اللهُ غِنَاهُمْ وَأَمْنَهُمْ خَوْفًا وَاسْتِقْرَارَهُمْ اضْطِرَابًا وَ ه كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ فِيْمَا حَوْلَنَا مِنْ دِيَارٍ وَأُمَمٍ.
Kemudian kita rayakan Hari Nasional kita setiap tahun sebagai pengingat akan karunia Allah SWT kepada pendiri Kerajaan, mendiang Raja Abdul Aziz, yang menemukan bagian-bagiannya yang terpencar dan mengumpulkan rakyatnya yang terpencar di atas Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Allah menganugerahkan berkah-Nya kepadanya dengan keadaan yang umum dan stabil yang unik baginya. Bersamanya, di antara dunia dan rakyatnya, Hari Nasional Kerajaan, menurut pendapat saya, penting dan perlu diperingati, karena merupakan seruan bagi warga negara untuk mengingat berkah Allah atas mereka dan memuliakan mereka dengan berpegang teguh pada agama-Nya, sebagaimana diwahyukan dalam Kitab dan Sunnah, agar Allah tidak menyia-nyiakan kekayaan dan keamanan mereka dalam ketakutan dan stabilitas mereka dalam kekacauan, sebagaimana terlihat di negara-negara dan bangsa-bangsa di sekitar kita. (Kitab Fatawa Yasalunaka Hal.68)
Dalam pandangan Islam, kemerdekaan hakiki bukan hanya terbebas dari penjajahan bangsa lain, tetapi juga terbebas dari belenggu hawa nafsu, syirik, dan segala bentuk kemaksiatan. Allah SWT menghendaki manusia hidup sebagai hamba yang merdeka, yaitu hanya tunduk kepada-Nya, bukan kepada sesama makhluk.
Oleh karena itu, momentum kemerdekaan bangsa seharusnya menjadi pengingat bahwa nikmat besar ini datang dari Allah, dan wajib disyukuri dengan amal shalih, bukan sekadar dengan pesta atau hura-hura.
Merayakan kemerdekaan menurut Islam juga berarti mengisinya dengan hal-hal positif yang bermanfaat bagi umat. Belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan jujur, menjaga persatuan bangsa, serta menjauhkan diri dari perpecahan adalah wujud nyata mengisi kemerdekaan.
Sebab, kemerdekaan sejati bukan sekadar mengibarkan bendera, tetapi menjaga amanah perjuangan para pahlawan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.



