Beranda Berita Mudik Gelombang Kedua, Pondok Pesantren Sunan Drajat Berangkatkan Lebih Dari 2500 Santri...

Mudik Gelombang Kedua, Pondok Pesantren Sunan Drajat Berangkatkan Lebih Dari 2500 Santri Dengan Di Antar 106 Armada Transportasi

341
0

LAMONGAN – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti pelataran Pondok Pesantren Sunan Drajat pada Rabu, 11 Maret 2026. Sejak pagi buta, ribuan santri dengan wajah berseri telah mempersiapkan barang bawaan mereka untuk mengikuti agenda tahunan yang paling dinantikan: Pemulangan atau Mudik Santri. Kegiatan ini bukan sekadar tradisi pulang kampung, melainkan simbol selesainya satu fase pembelajaran di pesantren sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat.

Tercatat sebanyak 2.790 santri terlibat dalam mobilisasi besar-besaran tahun ini. Para santri yang menimba ilmu di bumi Sunan Drajat ini berasal dari berbagai penjuru wilayah, mulai dari daerah penyangga seperti Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Gresik, hingga kota-kota metropolitan seperti Surabaya dan Sidoarjo. Perjalanan mudik kali ini juga menjangkau wilayah tapal kuda dan ujung timur Jawa Timur, meliputi Banyuwangi, Situbondo, Jember, Probolinggo, Lumajang, hingga Pasuruan.

Tak hanya itu, rombongan santri juga bergerak menuju wilayah Jawa Tengah, mencakup daerah Kediri, Trenggalek, Malang, Ponorogo, Jombang, Pacitan, serta Ngawi. Luasnya cakupan wilayah asal santri ini menunjukkan betapa besarnya kepercayaan masyarakat dari berbagai daerah terhadap pendidikan di Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Untuk memastikan seluruh santri sampai ke tujuan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu, pihak panitia pemulangan telah menyiapkan manajemen transportasi yang sangat matang. Sebanyak 106 armada dikerahkan untuk membelah jalanan Jawa. Rincian armada tersebut terdiri dari 32 unit bus besar untuk rute utama, 9 unit bus sedang, serta 62 armada Elf yang dikhususkan untuk menjangkau titik-titik yang lebih spesifik. Selain itu, terdapat 3 unit mobil operasional yang disiagakan untuk mengawal kelancaran perjalanan di lapangan.

Keberangkatan ribuan santri ini dilepas dengan doa bersama, membawa harapan agar nilai-nilai kesantunan dan ilmu agama yang telah dipelajari di pesantren dapat dipraktikkan di lingkungan keluarga. Kepulangan mereka diharapkan menjadi penyejuk di tengah masyarakat, membawa berkah bagi orang tua, serta menjaga nama baik almamater selama masa liburan berlangsung. Kini, deru mesin bus dan lambaian tangan menjadi penanda dimulainya perjalanan rindu menuju rumah masing-masing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini