LAMONGAN – Suasana khidmat menyelimuti pelataran Pondok Pesantren Sunan Drajat pada Selasa, 17 Maret 2026. Saat fajar menyingsing. Gelombang ketiga sekaligus penutup rangkaian mudik Ramadhan tahun ini resmi diberangkatkan, menandai kepulangan lebih dari 1000 santri menuju kampung halaman. Bukan sekadar rutinitas tahunan, momentum ini menjadi puncak dari kerinduan para pencari ilmu yang telah berbulan-bulan menimba ilmu di bawah naungan pesantren bersejarah tersebut. Isak haru perpisahan dan gema sholawat mengiringi langkah kaki para santri saat mereka mulai menata koper-koper di bagasi, bersiap membawa pulang “buah tangan” berupa ilmu, adab dan kemandirian untuk dipersembahkan kepada orang tua di hari kemenangan.

Keberangkatan mudik santri ini dikelola dengan manajemen logistik yang sangat rapi demi menjamin keamanan dan kenyamanan santri di perjalanan. Sebanyak 32 armada transportasi lintas ukuran dikerahkan secara serentak, menciptakan iring-iringan panjang yang membelah jalanan Lamongan. Kekuatan armada ini dipimpin oleh 7 unit Big Bus dan 1 Medium Bus sebagai tulang punggung rute jalur nasional. Tak hanya mengandalkan bus besar, panitia juga menyiapkan lini taktis yang terdiri dari 13 Elf Short, 4 Elf Giga, dan 4 Elf Long guna menjangkau wilayah-wilayah dengan akses jalan yang lebih sempit atau pelosok yang sulit ditembus kendaraan besar. Formasi ini semakin lengkap dengan dukungan 2 unit Bus Mini dan 1 unit Pregio sebagai armada penyisir rute khusus.
Strategi penggunaan armada yang bervariasi ini menunjukkan komitmen tinggi pihak pesantren dalam memberikan layanan “jemput bola” hingga ke titik terdekat rumah santri. Pihak pengurus menegaskan bahwa koordinasi mudik bareng ini merupakan bentuk tanggung jawab moral pondok untuk memastikan transisi santri dari lingkungan pesantren ke lingkungan keluarga tetap dalam pengawasan yang aman. Dengan keberangkatan gelombang pamungkas ini, aktivitas akademik di Ponpes Sunan Drajat kini memasuki masa tenang. Sementara itu, 32 mesin kendaraan yang kini menderu di aspal jalanan membawa misi mulia: mengantarkan ratusan doa dan rindu untuk segera berlabuh di pelukan hangat ayah dan bunda demi merayakan Idul Fitri yang penuh berkah.




