Lamongan – Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (YPPSD) resmi membuka Grand Final Sunan Drajat International Fest (SDIF) 1 Tahun 2026 pada Ahad (21/6/2026) di Hall Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, Banjaranyar, Paciran, Lamongan. Pembukaan berlangsung meriah diawali dengan penyambutan Ketua Yayasan, dewan juri, official, dan para finalis oleh atraksi Barongsai, dilanjutkan parade peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara sebagai simbol semangat persatuan dalam syiar Al-Qur’an dan khazanah keilmuan Islam.
Sebanyak 54 finalis terbaik tampil pada babak grand final yang terdiri atas cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), dan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) untuk jenjang MI/SD, MTs/SLTP, hingga MA/SLTA. Para peserta berasal dari berbagai provinsi, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga peserta internasional dari Malaysia. Keberagaman asal peserta menjadi bukti bahwa Sunan Drajat International Fest telah menjadi ajang kompetisi Al-Qur’an dan kitab kuning yang mampu menjangkau tingkat nasional hingga internasional.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus H. Murobbi Binnur, S.H., menegaskan bahwa penyelenggaraan Sunan Drajat International Fest merupakan ikhtiar Pondok Pesantren Sunan Drajat untuk mempererat ukhuwah, mengharapkan keberkahan Al-Qur’an, sekaligus memperkenalkan Pondok Pesantren Sunan Drajat kepada masyarakat luas, termasuk di tingkat internasional. Menurutnya, festival ini dirancang menjadi agenda tahunan sebagai wadah lahirnya generasi Qur’ani yang unggul. Ia juga mengajak seluruh peserta dan tamu undangan untuk terus memberikan masukan demi penyempurnaan penyelenggaraan di masa mendatang.
Lebih lanjut, Gus Murobbi mengingatkan bahwa Pondok Pesantren Sunan Drajat merupakan pesantren peninggalan Kanjeng Sunan Drajat, salah satu Wali Songo yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap kemandirian ekonomi umat. Nilai tersebut hingga kini terus diwariskan melalui berbagai unit usaha pesantren sebagai implementasi semangat entrepreneur rahmatan lil ‘alamin, sehingga Pondok Pesantren Sunan Drajat mampu tumbuh sebagai pesantren yang mandiri, berdikari, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dakwah dan pendidikan Islam.

Pembukaan Grand Final SDIF 1 Tahun 2026 ditandai dengan prosesi penekanan tombol secara simbolis oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, didampingi Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Gus H. Murobbi Binnur, S.H., Kepala Bidang Pendidikan Formal, Nonformal, dan Kesantrian YPPSD Bapak Suyono, M.Pd., serta Ketua Panitia Muhammad Muhaimin, S.H. Dalam doa penutup pembukaan, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta berharap Sunan Drajat International Fest mampu menjadi media syiar Al-Qur’an sekaligus memperkuat peran Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai pesantren yang melahirkan kader pemimpin berkepribadian santri, bermental entrepreneur rahmatan lil ‘alamin, berwawasan global, dan berakhlakul karimah.




