Beranda Berita PP Sunan Drajat Sukses Gelar Final AEXIST Contest 2026 Tingkat Nasional, Asah...

PP Sunan Drajat Sukses Gelar Final AEXIST Contest 2026 Tingkat Nasional, Asah Mental dan Talenta Generasi Muda

13
0

LAMONGAN — Pondok Pesantren Sunan Drajat, Banjaranyar, Paciran, Lamongan, menyelenggarakan babak final AEXIST Contest 2026 (Arabic-English X-tranordinary Skills and Talents) tingkat nasional pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan yang menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris tersebut dibuka dan ditutup di Hall Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat.

AEXIST Contest 2026 menghadirkan berbagai cabang perlombaan untuk peserta tingkat SLTP dan SLTA. Kompetisi ini mencakup kemampuan berbahasa, keterampilan berbicara di depan umum, penyampaian cerita, hingga penguasaan pengetahuan melalui kuis. Berbagai cabang tersebut memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan kepercayaan diri.

Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak Agustus 2026, dimulai dari pendaftaran pada 24 Agustus hingga 30 September 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti tahapan pengumpulan video pada 7–9 Oktober, penilaian video pada 10–14 Oktober, serta babak penyisihan Smart Quiz dan Imathoh pada 9 Oktober 2026. Hasil penyisihan diumumkan pada 15 Oktober, sebelum peserta mengikuti technical meeting prafinal pada 23 Oktober 2026 dan babak final secara langsung pada 29 Oktober 2026.

Dalam sambutan pembukaan, Gus Dr. H. Anas Al Hifni, S.E.I., M.S.I., menegaskan bahwa AEXIST Contest bukan sekadar ajang untuk memperebutkan kemenangan. Menurutnya, perlombaan juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, melatih mental, dan belajar menghadapi persaingan secara sehat.

“Kalau kalah tidak usah bersedih, kalau menang tidak boleh jumawa. Di atas kita masih ada yang lebih baik. Karena itu, tetaplah membumi dan terus belajar. Insyaallah, sampean akan menjadi lebih baik,” pesannya kepada para peserta.

Gus Anas juga menyoroti pentingnya ketangguhan mental dan akhlak di tengah perkembangan teknologi serta ilmu pengetahuan yang berlangsung cepat. Ia mengingatkan bahwa pelajar perlu membangun kemandirian, keberanian menghadapi tantangan, dan kemampuan mengenali potensi dirinya.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh seberapa jauh seseorang mengikuti persaingan, tetapi juga oleh kemampuannya menemukan dan mengembangkan bidang yang sesuai dengan potensi masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Gus Anas turut menyampaikan bahwa peserta yang meraih juara I, II, dan III akan mendapatkan beasiswa untuk belajar di Pondok Pesantren Sunan Drajat. Sementara itu, peserta dengan nilai tertinggi akan memperoleh hadiah umrah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan apresiasi atas prestasi sekaligus membuka peluang pengembangan pendidikan bagi para peserta.

Pesan pengembangan diri juga disampaikan Gus H. Murobby Binnur, S.H., dalam sambutan penutupan. Ia mengajak para peserta menjadikan pengalaman mengikuti lomba sebagai bekal untuk mengasah keberanian, menata pikiran, dan menghargai kemampuan orang lain.

Menurutnya, kemampuan berbahasa asing perlu diimbangi dengan kejujuran, keluasan pengetahuan, serta akhlak yang baik. Kefasihan dalam berbicara dapat menarik perhatian orang lain, sedangkan kejujuran menjadi dasar tumbuhnya kepercayaan.

Ia juga mendorong peserta untuk terus memperkaya kosakata, mempraktikkan bahasa asing, dan memperluas wawasan tanpa melupakan pembelajaran agama.

“Memang bahasa asing jadi kebanggaan, tapi diajak ngaji jangan no thank you,” pesannya, disambut sebagai pengingat bahwa kecakapan global harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman.

Gus Oby berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang mampu memahami khazanah Islam, berdialog dengan masyarakat dunia, serta menyampaikan kebaikan secara bijaksana.

Pelaksanaan AEXIST Contest 2026 menjadi bagian dari upaya Pondok Pesantren Sunan Drajat memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan bahasa, kreativitas, dan keberanian berkompetisi. Lebih dari sekadar hasil perlombaan, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat belajar, memperluas persaudaraan antarlembaga pendidikan, dan membentuk generasi yang berprestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlakul karimah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini