Beranda Berita Wagub Jatim: Dari Pesantren Sunan Drajat Akan Lahir Generasi Penggerak Indonesia Emas...

Wagub Jatim: Dari Pesantren Sunan Drajat Akan Lahir Generasi Penggerak Indonesia Emas 2045

119
0

Ahad, 31 Mei 2026, Paciran, Lamongan – Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pondok Pesantren Sunan Drajat serta Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Prof. DR. KH. Abdul Ghofur, atas dedikasi dan kontribusinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Beliau dalam sambutannya pada acara Haflah Akhirussanah Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Tahun Pelajaran 2025-2026 yang dihadiri ribuan santri, wali santri, alumni, serta tokoh masyarakat.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pondok Pesantren Sunan Drajat dan Abah Yai Ghofur yang selama ini telah membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mencerdaskan anak bangsa. Kontribusi pesantren sangat besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Menurut Beliau, salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui berbagai program beasiswa yang diberikan kepada para pelajar dan santri. Program tersebut mencakup jenjang pendidikan mulai dari SMP, MA, perguruan tinggi strata satu (S1), strata dua (S2), strata tiga (S3), hingga program Ma’had Aly dan studi ke luar negeri.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun ini Jawa Timur berhasil memfasilitasi sekitar 5.300 santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui berbagai skema dukungan pendidikan yang tersedia.

“Alhamdulillah, tahun ini Jawa Timur mampu memberikan kesempatan kepada sekitar 5.300 santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ini menunjukkan bahwa santri memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi generasi unggul di masa depan,” katanya.

Lebih lanjut, Pak Emil menegaskan bahwa pendidikan merupakan aset paling berharga bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, investasi di bidang pendidikan harus terus diperkuat agar Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompetitif dan berkarakter.

“Pendidikan adalah aset masa depan bangsa. Negara yang maju adalah negara yang berhasil membangun kualitas manusianya. Karena itu, pendidikan harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Emil juga menyoroti peran strategis pesantren dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Pesantren adalah tempat terbaik untuk belajar ilmu, akhlak, dan juga sains. Di pesantren, para santri dididik menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki wawasan yang luas. Inilah modal penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Ia berharap para Wisudawan dan Wisudawati Pondok Pesantren Sunan Drajat dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengembangkan potensi diri, serta mengambil peran dalam pembangunan bangsa di berbagai bidang.

Acara wisuda berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen pesantren dalam melahirkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Dengan dukungan berbagai program pendidikan dan semangat belajar yang terus tumbuh di kalangan santri, Pondok Pesantren Sunan Drajat diyakini akan terus menjadi salah satu pilar penting dalam mencetak generasi unggul menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini