Beranda Berita Ribuan Santri Pondok Pesantren Sunan Drajat Gelar Istighosah Kebangsaan

Ribuan Santri Pondok Pesantren Sunan Drajat Gelar Istighosah Kebangsaan

87
0

Lamongan, 22 Juni 2026 — Ribuan santri Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, mengikuti kegiatan Istighosah Kebangsaan pada Senin malam, 22 Juni 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Istighosah Kebangsaan ini digelar sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, kedamaian, serta kemajuan bagi bangsa dan negara. Melalui doa bersama, para santri dan jamaah berharap Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari perpecahan, serta diberi jalan menuju kehidupan bangsa yang aman, sejahtera, dan bermartabat.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah kehidupan berbangsa. Doa khusus turut dipanjatkan untuk keselamatan rakyat Indonesia, Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, jajaran Kabinet Merah Putih, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Gus H. Murobbi Binnur, S.H yang sering disapa Gus Oby, dalam sambutannya menegaskan pentingnya doa, persatuan, dan akhlak dalam kehidupan berbangsa. Ia menekankan bahwa bangsa ini membutuhkan kekuatan spiritual sekaligus keteguhan moral dari seluruh elemen masyarakat, khususnya para santri.

“Alhamdulillah, malam ini kita dapat berkumpul dalam majelis yang penuh keberkahan, yaitu Istighosah Kebangsaan di Pondok Pesantren Sunan Drajat. Kita hadir bukan hanya untuk melantunkan doa, tetapi juga untuk menunjukkan kecintaan kita kepada agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

beliau juga mengajak para santri dan para alumni untuk terus mendoakan Indonesia agar senantiasa dalam keadaan aman, damai, dan sejahtera, serta dijauhkan dari segala bentuk perpecahan. Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, jajaran Kabinet Merah Putih, dan seluruh pemimpin negara agar diberikan kekuatan, kebijaksanaan, serta keadilan dalam menjalankan amanah.

Lebih lanjut, Gus Oby menegaskan bahwa santri atau alumni tetap diperbolehkan menyampaikan aspirasi, namun harus dilakukan dengan cara yang beradab dan tidak merusak nilai-nilai kebangsaan.

“Santri alumni boleh memiliki aspirasi, boleh menyampaikan pendapat. Tetapi harus tetap menjaga adab. Sampaikan dengan cara yang baik, santun, tertib, dan tidak merusak. Itulah ciri khas santri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan dalam kehidupan berbangsa adalah hal yang wajar, namun tidak boleh menghilangkan akhlak dan persatuan.

Rangkaian kegiatan Istighosah Kebangsaan berlangsung dengan pembacaan dzikir, doa bersama, serta lantunan shalawat yang dipimpin oleh para masyayikh dan tokoh pesantren. Seluruh jamaah mengikuti acara dengan penuh kekhusyukan.

Panitia juga mengajak masyarakat yang belum dapat hadir secara langsung untuk mengikuti kegiatan melalui siaran langsung di kanal YouTube Persada TV, sehingga seluruh lapisan masyarakat tetap dapat berpartisipasi dalam doa bersama dari tempat masing-masing.

Melalui Istighosah Kebangsaan ini, Pondok Pesantren Sunan Drajat berharap Indonesia menjadi negeri yang aman, damai, makmur, dan penuh keberkahan, sebagaimana harapan dalam ungkapan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini