Johor, Malaysia – Universitas Sunan Drajat (UNSUDA) dan Ma’had Aly Sunan Drajat kembali menorehkan langkah strategis di tingkat internasional melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2026 di Negara Bagian Johor, Malaysia. Program pengabdian masyarakat ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah sukses dilaksanakan pada tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat komitmen kedua institusi dalam mengembangkan dakwah, pendidikan, dan kerja sama lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
KKN Internasional berlangsung selama satu bulan, mulai 1 Agustus hingga 1 September 2026, dengan melibatkan 10 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Sunan Drajat dan Ma’had Aly Sunan Drajat. Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta mengikuti pembekalan intensif mengenai dakwah, pendidikan, komunikasi lintas budaya, serta penguatan moderasi beragama sehingga mampu beradaptasi dengan karakter masyarakat Malaysia yang memiliki budaya serumpun namun tetap memiliki kekhasan tersendiri.

Tahun ini, mahasiswa ditempatkan pusat pendidikan Islam, yaitu Rumah Ngaji Parit Masjid Sungai Balang, Muar, Johor yang diasuh oleh Ustadzah Zalizah binti Ibrahim. Disamping melakukan MoU dengan Rumah Ngaji tersebut juga dengan Pondok Pengajian Darul Barokah, Peserai, Batu Pahat, Johor di bawah asuhan Ustadz Mohd. Hafizuddin bin Mahmod. Selain itu, para mahasiswa juga diterjunkan ke sejumlah masjid, surau, dan majelis taklim di sekitar Sungai Balang untuk mengajar Al-Qur’an, mendampingi kegiatan keagamaan, membina anak-anak dan remaja, serta mempererat hubungan sosial dengan masyarakat setempat.
Program ini mendapat pendampingan langsung dari Rektor Universitas Sunan Drajat, Dr. Nasihin, M.Pd., bersama Mudir Ma’had Aly Sunan Drajat, Dr. H. R. Zainul Mushthofa, M.H.I. Keduanya hadir sejak awal kegiatan sebagai bentuk keseriusan institusi dalam memastikan pelaksanaan pengabdian masyarakat berjalan sesuai tujuan akademik sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

Suasana pembukaan KKN berlangsung khidmat dan penuh nuansa persaudaraan. Sekitar 200 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, para ustadz, santri, serta warga sekitar menghadiri acara tersebut. Salah satu tradisi yang menarik perhatian adalah prosesi penyambutan mahasiswa Indonesia dengan arak-arakan shalawat. Para peserta berjalan membawa Bendera Merah Putih yang kemudian dipertemukan dengan Bendera Malaysia sebagai simbol persahabatan, persaudaraan, dan semangat memperkuat hubungan dua negara serumpun. Kedua bendera kemudian dikibarkan berdampingan di halaman gedung pertemuan sebagai lambang kolaborasi pendidikan dan dakwah antara Indonesia dan Malaysia.
Dalam sambutannya, Ustadzah Zalizah binti Ibrahim mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya kerja sama internasional yang telah lama diimpikannya.
“Sejak lama kami berharap adanya kerja sama seperti ini. Kehadiran mahasiswa dari Indonesia menjadi energi baru bagi Rumah Ngaji yang sedang kami rintis. Semoga keberkahan Sunan Drajat dan para ulama Indonesia senantiasa menyertai tempat ini. Saya sendiri beberapa kali berziarah ke Sunan Drajat dan pernah menjadi santri KH Abdul Ghofur,” tuturnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut melalui pertukaran ilmu, pengembangan pendidikan Islam, serta peningkatan kualitas pembinaan masyarakat.
Sementara itu, Rektor Universitas Sunan Drajat, Dr. Nasihin, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Johor yang telah menerima mahasiswa Indonesia dengan penuh kehangatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Mahasiswa kami datang untuk belajar sekaligus mengabdi. Mereka akan memperoleh pengalaman berharga hidup di tengah masyarakat dengan budaya yang berbeda. Oleh karena itu saya titip, apabila terdapat kekurangan, mohon dibimbing, dinasihati, dan diarahkan sebagaimana keluarga sendiri,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Mudir Ma’had Aly Sunan Drajat, Dr. H. R. Zainul Mushthofa, M.H.I., menyampaikan doa agar Rumah Ngaji Parit Masjid Sungai Balang terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang besar.
“Semoga Rumah Ngaji ini tumbuh menjadi pondok pesantren yang maju, melahirkan generasi Qur’ani, dan kelak menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan ribuan santri dari berbagai daerah di Malaysia,” doanya.
Acara pembukaan juga dihadiri oleh Tuan Haji Selamat bin Takim, anggota ADUN (Ahli Dewan Undangan Negeri) Johor, yang menyambut baik kehadiran mahasiswa Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar program pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia.
“Kita adalah bangsa serumpun. Kehadiran mahasiswa Indonesia menjadi momentum yang sangat baik untuk saling belajar budaya, tradisi, dan pendidikan. Saya sendiri memiliki keturunan Jawa dari Ponorogo, sehingga hubungan emosional dengan Indonesia sangat dekat,” ujarnya.
Selain menjalankan pengabdian masyarakat, peserta KKN juga memperoleh kesempatan mengikuti kunjungan akademik ke Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Johor. Dalam kunjungan tersebut mahasiswa melihat secara langsung sistem perkuliahan, fasilitas laboratorium, serta perpustakaan modern berbasis teknologi digital. Pengalaman tersebut diharapkan memperluas wawasan mahasiswa mengenai tata kelola pendidikan tinggi internasional sekaligus membuka peluang kerja sama akademik di masa mendatang.
Melalui KKN Internasional ini, Universitas Sunan Drajat dan Ma’had Aly Sunan Drajat tidak hanya mengimplementasikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memperkuat diplomasi pendidikan, dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin, serta membangun jejaring keilmuan antara Indonesia dan Malaysia. Program ini diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pertukaran mahasiswa di masa mendatang.




