Beranda Berita Penutupan PLP 40 Hari, PP. Sunan Drajat Sambut Wali Santri Baru dalam...

Penutupan PLP 40 Hari, PP. Sunan Drajat Sambut Wali Santri Baru dalam Momentum Penuh Keberkahan

14
0

LAMONGAN — Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan resmi menutup rangkaian Pengenalan Lingkungan Pesantren (PLP) Tahun Pelajaran 2026–2027 setelah berlangsung selama 40 hari. Kegiatan penutupan sekaligus Pertemuan Wali Santri Baru tersebut digelar di Halaman MTs Sunan Drajat, Selasa malam (18/8/2026), dan dihadiri Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Wakil Kepala Bidang Yayasan, kepala lembaga formal dan nonformal, fasilitator, pendamping santri PLP, wali santri baru, serta santri baru.

Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan hangat. Rangkaian kegiatan diawali penampilan Nasyid Al Kamilah PP. Putri Sunan Drajat, kemudian pembukaan oleh pembawa acara dalam dua bahasa, Arab dan Inggris. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri Sunan Drajat, Ahmad Rizqi Ariya Avichena, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat yang dipimpin oleh Putri Liza sebagai dirigen.

Kepala Bidang Kependidikan dan Kesantrian YPPSD, Ustadz Suyono, M.Pd., menyampaikan bahwa malam tersebut menjadi momentum istimewa karena mempertemukan tiga momentum sekaligus, yakni Pertemuan Wali Santri Baru, penutupan PLP selama 40 hari, serta rangkaian peringatan Kemerdekaan RI ke-81 dan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia berharap proses tersebut menjadi awal lahirnya kader pemimpin yang berkepribadian santri, bermental entrepreneur rahmatan lil ‘alamin, berwawasan global, dan memiliki akhlakul karimah.

Menurutnya, pelaksanaan PLP selama 40 hari merupakan bagian dari tirakatan awal bagi santri baru. Setelah melewati masa tersebut, para santri diharapkan semakin mantap menjalani kehidupan pesantren. “Tirakatan tidak berhenti di sini. Sudah melewati masa kritis,” ujarnya. Ia juga mengajak para wali santri untuk melanjutkan tirakatan dengan doa, memberikan nafkah yang halal, serta keikhlasan dalam menitipkan pendidikan putra-putrinya di pesantren.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus H. Murobbi Binnur, S.H., menyampaikan apresiasi kepada para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada PP. Sunan Drajat. Ia menjelaskan bahwa angka 40 memiliki nilai penting dalam tradisi dan perjalanan spiritual, sekaligus menjadi masa yang diharapkan mampu membentuk kebiasaan dan perubahan positif dalam diri santri. Dalam kesempatan tersebut, Gus Obi juga mengingatkan kembali salah satu dawuh Raden Qosim, Kanjeng Sunan Drajat: “Sopo wonge sing gelem marek-marek nang Pondok Sunan Drajat, tak dungakno derajate duwur.” Dawuh tersebut menjadi pengingat akan kuatnya nilai keberkahan, doa, dan hubungan antara santri dengan pesantren. Melalui PLP, PP. Sunan Drajat menegaskan komitmennya membentuk generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berkarakter dan berkepribadian santri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini