Beranda Berita Khataman Al-Qur’an Harlah ke-49, PP. Sunan Drajat Hidupkan Tradisi Qur’ani di Seluruh...

Khataman Al-Qur’an Harlah ke-49, PP. Sunan Drajat Hidupkan Tradisi Qur’ani di Seluruh Lembaga Pendidikan

24
0

LAMONGAN – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-49 Pondok Pesantren Sunan Drajat tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pesantren, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat tradisi Qur’ani di lingkungan pesantren. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Khataman Al-Qur’an yang melibatkan seluruh santri di berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (YPPSD).

Kegiatan Khataman Al-Qur’an dilaksanakan sejak Senin pagi, 7 September 2026, di masing-masing lembaga pendidikan yang diikuti oleh para santri. Sistem pendidikan di PP. Sunan Drajat memadukan pendidikan formal dan nonformal, sehingga seluruh santri mengikuti keduanya sesuai dengan program pendidikan yang ada. Khataman pun dilaksanakan di berbagai lembaga, baik lembaga pendidikan formal maupun nonformal seperti Madrasah Diniyah dan Madrasatu Qur’an.

Kondisi tersebut menjadikan rangkaian Khataman Al-Qur’an dalam momentum Harlah ke-49 berlangsung secara luas dan tidak terpusat pada satu tempat saja. Para santri dapat mengikuti khataman di lembaga formal maupun nonformal yang mereka ikuti, sehingga semangat membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an menjadi bagian dari aktivitas pendidikan mereka sehari-hari.

Puncak rangkaian Khataman Al-Qur’an kemudian dilaksanakan pada malam hari dalam acara Puncak Harlah ke-49 yang bertempat di halaman Masjid Agung Pondok Pesantren Sunan Drajat. Khotmil Qur’an dipimpin oleh Ustadz Dr. Wasis, M.Pd. dan Gus Kaab bersama para asatidz Program Tahfidh PP. Sunan Drajat.

Pelaksanaan Khataman Al-Qur’an secara menyeluruh di berbagai lembaga tersebut menjadi gambaran kuatnya tradisi Qur’ani yang terus dijaga di PP. Sunan Drajat. Pendidikan formal dan nonformal tidak hanya berjalan berdampingan, tetapi juga saling melengkapi dalam membentuk santri yang memiliki kedalaman ilmu, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta akhlak dan adab yang baik.

Momentum Harlah ke-49 akhirnya tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia pesantren, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikan dan kehidupan santri. Melalui tradisi khataman yang melibatkan seluruh santri dan berbagai lembaga pendidikan, PP. Sunan Drajat terus meneguhkan identitasnya sebagai pesantren yang memadukan tradisi keilmuan, pendidikan Qur’ani, dan pengembangan pendidikan secara berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini