Beranda Berita Mauidhotul Hasanah Harlah ke-49, PP. Sunan Drajat Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Pengasuh...

Mauidhotul Hasanah Harlah ke-49, PP. Sunan Drajat Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Pengasuh dan Karakter Santri

19
0

LAMONGAN – Peringatan Harlah ke-49 Pondok Pesantren Sunan Drajat menjadi momentum bagi seluruh santri untuk kembali mengenang perjuangan pengasuh dalam membangun dan mengembangkan pesantren. Pesan tersebut disampaikan Gus Dr. H. Ahmad Iwan Zunaich, Lc., MM., M.Pd. dalam Mauidhotul Hasanah pada Puncak Harlah ke-49 PP. Sunan Drajat, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Agung Pondok Pesantren Sunan Drajat tersebut diikuti oleh santri putra dan dihadiri jajaran pimpinan serta pengurus pondok. Dalam tausiyahnya, Gus Dr. H. Ahmad Iwan menyampaikan bahwa Harlah ke-49 tahun ini memiliki keistimewaan karena angka 49 juga merupakan tahun kelahiran Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, yang lahir pada tahun 1949.

Menurut beliau, peringatan Harlah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk mengambil hikmah dari perjalanan perjuangan pengasuh dalam mendirikan dan membesarkan Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Beliau mengajak seluruh santri untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan tersebut dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Cita-cita pengasuh terhadap santri tidak hanya agar menjadi orang yang alim, tetapi juga memiliki tata krama dan mampu memberikan manfaat kepada orang lain.

“Santrine Yai Ghofur kudu pinter lan apik toto kramane,” pesan beliau.

Gus Dr. H. Ahmad Iwan juga mengingatkan bahwa keberhasilan santri dalam menuntut ilmu tidak terlepas dari niat yang baik. Karena itu, santri hendaknya senantiasa menata niat, memohon kemudahan kepada Allah, serta berusaha mencari rida orang tua, guru, dan pengurus.

Selain itu, santri juga diingatkan untuk menjaga diri dari perbuatan dosa. Lingkungan pesantren merupakan tempat untuk menuntut ilmu dan membentuk karakter, sehingga perilaku yang tidak baik dapat mengganggu proses pendidikan dan perjuangan santri dalam mencapai cita-citanya.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting dalam peringatan Harlah ke-49 PP. Sunan Drajat. Di tengah perjalanan pesantren yang terus berkembang, nilai-nilai perjuangan, ilmu, adab, dan kemanfaatan tetap menjadi fondasi yang harus dijaga oleh setiap santri.

Melalui momentum Harlah ke-49, PP. Sunan Drajat terus meneguhkan komitmennya untuk mencetak generasi santri yang tidak hanya cerdas dan berilmu, tetapi juga memiliki akhlak, tata krama, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini