Beranda Berita Mengenal Tradisi Ijazah Ayat Kursi di PP Sunan Drajat, Gus H. Murobby...

Mengenal Tradisi Ijazah Ayat Kursi di PP Sunan Drajat, Gus H. Murobby Binuur Jelaskan Waktu dan Khasiat Amalan

39
0

LAMONGAN — Tradisi ijazah merupakan salah satu bagian dari khazanah keilmuan yang terus dijaga di lingkungan pesantren. Dalam kegiatan Ijazah Kubro yang diselenggarakan Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat pada Kamis (22/10/2026) malam, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus H. Murobby Binuur, S.H., menjelaskan makna ijazah dalam tradisi pesantren sekaligus menyampaikan sejumlah amalan Ayat Kursi beserta waktu pengamalannya.

Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00–21.00 WIB di Masjid Agung Pondok Pesantren Sunan Drajat tersebut diikuti oleh santri putra dan putri serta dihadiri pengurus yayasan dan kepala lembaga formal maupun nonformal se-YPPSD. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan dan amaliah Islam di lingkungan pesantren.

Ijazah sebagai Izin Mengamalkan Amalan dari Guru

Dalam penjelasannya, Gus Oby menerangkan bahwa ijazah dalam tradisi pesantren tidak hanya bermakna tanda tamat belajar sebagaimana dikenal dalam pendidikan formal. Ijazah juga dapat dimaknai sebagai izin dari seorang guru kepada murid untuk mengamalkan doa, wirid, atau amalan tertentu yang telah diajarkan.

Beliau mengibaratkan ijazah seperti mencangkok pohon, sedangkan mengamalkan sesuatu tanpa ijazah diibaratkan seperti menanam pohon dari biji. Analogi tersebut digunakan untuk menjelaskan pentingnya bimbingan guru dan kesinambungan amalan dalam tradisi pesantren.

Dalam tradisi amaliah tertentu, pengamalan wirid juga berkaitan dengan riyadah atau latihan spiritual. Melalui ijazah, seorang murid memperoleh izin dan arahan untuk mengamalkan amalan sesuai dengan tuntunan yang diterima dari gurunya.

Delapan Bentuk Pengamalan Ayat Kursi dan Waktunya

Dalam kegiatan Ijazah Kubro tersebut, Gus Oby menjelaskan beberapa bentuk pengamalan Ayat Kursi berdasarkan jumlah bacaan dan waktu pelaksanaannya. Amalan-amalan berikut merupakan keterangan yang disampaikan dalam tradisi ijazah tersebut.

  1. Dibaca satu kali sebelum tidur

Ayat Kursi dibaca satu kali sebelum tidur. Dalam penjelasan yang disampaikan, amalan ini dikaitkan dengan ikhtiar memohon perlindungan dari mimpi buruk. Selain itu, terdapat keyakinan dalam tradisi tersebut bahwa seseorang dapat memohon kepada Allah agar dibangunkan pada waktu yang dikehendaki.

  1. Dibaca tiga kali pada pagi dan sore hari

Ayat Kursi dibaca sebanyak tiga kali pada pagi hari dan tiga kali pada sore hari. Menurut penjelasan Gus H. Murobby Binuur, amalan ini diyakini sebagai ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah secara lahiriah (dhohir) selama 12 jam pada setiap waktu pengamalan.

  1. Dibaca tujuh kali pada pagi dan sore hari

Ayat Kursi dibaca tujuh kali pada pagi dan tujuh kali pada sore hari. Menurut penjelasan Gus Oby, amalan ini dikaitkan dengan permohonan perlindungan lahir dan batin. Dalam pemaparannya, waktu yang dianjurkan untuk bacaan pagi adalah setelah salat Subuh, dalam keadaan suci dan sebelum berbicara dengan orang lain. Perlindungan selama dua belas jam disebut sebagai bagian dari keyakinan dalam tradisi amaliah tersebut.

  1. Dibaca 21 kali setelah salat Isya

Ayat Kursi dibaca sebanyak 21 kali setelah salat Isya hingga menjelang Subuh. Dalam penjelasan yang disampaikan, amalan ini dikaitkan dengan ikhtiar memohon agar hajat atau keinginan yang sederhana dimudahkan oleh Allah. Waktu setelah pukul 22.00 disebut sebagai waktu yang diperhatikan dalam pengamalan ini.

  1. Dibaca 21 kali setelah salat Asar

Ayat Kursi dibaca sebanyak 21 kali setelah salat Asar. Dalam tradisi ijazah yang dijelaskan, bacaan ini dikaitkan dengan ikhtiar memohon kecerdasan dan kemudahan dalam memahami ilmu.

  1. Membaca Ayat Kursi tujuh kali dengan pengulangan bagian ayat tertentu

Dalam amalan ini, Ayat Kursi dibaca tujuh kali, disertai pengulangan frasa “wa lā ya’ūduhu ḥifẓuhumā wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm” sebanyak 49 kali. Dalam penjelasan Gus Oby, amalan ini dikaitkan dengan ikhtiar memohon perlindungan spiritual, khususnya ketika berada di tempat yang dianggap memiliki gangguan atau suasana yang kurang baik.

  1. Dibaca 70 kali setelah salat Isya

Ayat Kursi dibaca sebanyak 70 kali setelah salat Isya dalam keadaan suci. Pengamalan ini dianjurkan untuk dilakukan dalam satu rangkaian bacaan apabila memungkinkan. Dalam tradisi yang disampaikan, amalan tersebut dikaitkan dengan permohonan perlindungan Allah dari orang-orang yang zalim atau berniat menindas.

  1. Dibaca 170 kali ketika menghadapi kesulitan ekonomi

Ayat Kursi dibaca sebanyak 170 kali ketika seseorang menghadapi kesulitan ekonomi atau kondisi keuangan yang mendesak. Dalam penjelasan tersebut, amalan ini dipahami sebagai bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan dan jalan keluar kepada Allah.

Berbagai bentuk pengamalan tersebut disampaikan sebagai bagian dari tradisi ijazah Ayat Kursi yang dikenal di lingkungan pesantren. Penyebutan manfaatnya merujuk pada keyakinan dan penjelasan dalam tradisi amaliah tersebut, bukan jaminan bahwa setiap orang yang mengamalkannya pasti memperoleh hasil tertentu. Doa dan amalan tetap menjadi bagian dari ikhtiar beribadah dan memohon pertolongan kepada Allah.

Menjaga Tradisi Keilmuan dan Riwayat Ijazah

Gus Oby juga menyampaikan keterangan mengenai riwayat pewarisan ijazah Ayat Kursi yang diamalkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur.Dalam riwayat yang disampaikan, ijazah tersebut dikaitkan dengan dua guru dari Kediri, yakni Kiai Juaini,  yang disebut mengajarkan Kitab Ihya’ Ulumiddin kepada Abah Yai, serta Mbah Asy’ari dari Kediri. Keduanya disebut memiliki hubungan keilmuan dengan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari. Melalui kegiatan Ijazah Kubro, Pondok Pesantren Sunan Drajat turut menjaga keberlangsungan tradisi keilmuan dan amaliah pesantren. Tradisi ini juga mengingatkan para santri akan pentingnya adab kepada guru, kesungguhan dalam beribadah, serta tanggung jawab dalam memahami dan mengamalkan ajaran yang diterima.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini