Beranda Berita Tutup Rangkaian Hari Santri Nasional 2026, PP Sunan Drajat Gelar Ijazah Kubro...

Tutup Rangkaian Hari Santri Nasional 2026, PP Sunan Drajat Gelar Ijazah Kubro Bersama Gus H. Murobby Binuur

31
0

LAMONGAN — Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (YPPSD) menyelenggarakan Ijazah Kubro bersama Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus H. Murobby Binuur, S.H., pada Kamis (22/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00–21.00 WIB di Masjid Agung Pondok Pesantren Sunan Drajat ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di lingkungan YPPSD.

Kegiatan tersebut di pimpin oleh  Gus H. Murobby Binuur dan dihadiri oleh pengurus yayasan serta kepala lembaga formal dan nonformal se-YPPSD, dan diikuti oleh santri putra dan putri Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Pelaksanaan Ijazah Kubro menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan dan amaliah pesantren. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para santri untuk memahami hubungan antara guru dan murid dalam proses pewarisan ilmu, termasuk pentingnya adab, bimbingan, dan tanggung jawab dalam mengamalkan ajaran yang diterima.

Dalam penyampaiannya, Gus H. Murobby Binuur menjelaskan bahwa ijazah dalam tradisi pesantren memiliki makna yang berbeda dari ijazah pada lembaga pendidikan formal. Selain dikenal sebagai tanda tamat belajar, ijazah dalam tradisi keilmuan Islam juga dimaknai sebagai izin dari seorang guru kepada murid untuk mengamalkan ilmu, doa, atau wirid yang telah diajarkan.

Beliau mengibaratkan tradisi ijazah seperti mencangkok pohon. Analogi tersebut menggambarkan adanya kesinambungan antara guru dan murid dalam proses pewarisan amalan. Melalui bimbingan guru, murid tidak hanya menerima bacaan atau tata cara suatu amalan, tetapi juga memperoleh arahan mengenai cara mengamalkannya sesuai dengan tuntunan yang diberikan.

Materi utama dalam Ijazah Kubro tersebut adalah amalan Ayat Kursi. Gus Oby menjelaskan sejumlah bentuk pengamalan Ayat Kursi yang dikenal dalam tradisi amaliah di lingkungan pesantren, termasuk pembacaan pada waktu-waktu tertentu. Materi tersebut disampaikan dalam konteks pewarisan amalan dari guru kepada murid.

Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari tradisi keagamaan pesantren yang menekankan hubungan antara pengajaran, pengamalan, dan pembinaan spiritual. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan semakin memahami pentingnya menghormati guru, menjaga adab dalam menuntut ilmu, serta menjalankan amalan keagamaan dengan penuh kesungguhan.

Penyelenggaraan Ijazah Kubro sekaligus menandai berakhirnya rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Setelah berbagai kegiatan yang meneguhkan semangat kebangsaan, perjuangan santri, dan pengembangan potensi generasi muda, kegiatan penutup ini memberikan penekanan pada pentingnya pembinaan spiritual dan pelestarian tradisi keilmuan Islam.

Melalui rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, YPPSD terus memperkuat komitmennya dalam membentuk generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki semangat kebangsaan, serta mampu mengamalkan ilmu untuk memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini