Lamongan — Menyambut momen penuh berkah di bulan suci Ramadhan, Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Banjaranyar Paciran Lamongan, kembali memfasilitasi kegiatan Mudik Santri Ramadhan 1447 H / 2026 M bagi para santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian pesantren dalam memberikan kesempatan kepada para santri untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh kebahagiaan.
Pada tahun ini, proses kepulangan santri dibagi dalam beberapa tahap keberangkatan. Gelombang pertama dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026, yang diperuntukkan bagi santri yang berasal dari wilayah luar Jawa serta beberapa daerah di Jabodetabek.
Dalam gelombang pertama ini, sejumlah 238 santri putra dan putri dijadwalkan pulang menuju daerah masing-masing. Para santri tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia yang selama ini menempuh pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Drajat.
Berbagai daerah yang termasuk dalam gelombang pertama ini di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku. Selain itu, wilayah Sumenep dan Pamekasan di Madura juga turut masuk dalam jadwal kepulangan pada tahap awal ini.

Pihak pesantren telah menyiapkan sistem keberangkatan yang tertata dan terkoordinasi dengan baik guna memastikan perjalanan para santri berlangsung aman dan nyaman. Berbagai moda transportasi seperti bus dan kendaraan antar wilayah telah dipersiapkan, sehingga santri dapat kembali ke kampung halaman dengan lancar.
Program mudik ini bukan sekadar perjalanan pulang, namun juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara santri dan keluarga. Setelah menjalani rutinitas belajar dan kegiatan kepesantrenan yang padat, kesempatan berkumpul bersama keluarga menjadi hal yang sangat dinantikan oleh para santri.
Selain itu, momen ini juga menjadi sarana bagi para santri untuk membawa nilai-nilai kebaikan yang telah mereka pelajari di pesantren ke tengah masyarakat. Diharapkan, selama berada di kampung halaman, para santri tetap menjadi teladan dalam akhlak, ibadah, serta semangat berbagi kepada lingkungan sekitar.
Dengan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik, kegiatan Mudik Santri Ramadhan 1447 H ini diharapkan dapat berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan pulang para santri, tersimpan harapan besar untuk terus menebarkan ilmu, akhlak mulia, serta semangat kebaikan di tengah masyarakat.
Mudik bukan hanya perjalanan menuju rumah, tetapi juga perjalanan hati untuk kembali kepada keluarga, masyarakat, dan nilai-nilai kebaikan yang selalu diajarkan di pesantren.




