Malang — Salah satu sesi strategis dalam Rapat Kerja Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (YPPSD) masa abdi 2025–2030 adalah rapat komisi bidang manajemen dan kebijakan, yang dipimpin langsung oleh Dr. H. Anas Al Hifni atau yang akrab disapa Gus Anas, maestro ekonomi muda pesantren yang juga penggagas berbagai inovasi bisnis di lingkungan pesantren.
Dalam forum ini, Gus Anas memperkenalkan dan memandu penyusunan konsep manajemen yayasan berbasis kerangka Balanced Scorecard (BSC)—sebuah pendekatan manajerial modern yang menggabungkan keseimbangan antara aspek keuangan, pelayanan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan organisasi. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjawab kompleksitas pengelolaan pesantren modern di tengah tantangan global saat ini.

Gus Anas menekankan bahwa setiap kebijakan strategis dan Renstra Yayasan ke depan perlu dibangun secara sistematis dan terukur. Oleh karena itu, setiap ketua divisi dan kepala bidang diminta menyusun rancangan program kerja berdasarkan empat perspektif utama Balanced Scorecard, yaitu:
Keuangan – mencakup pengelolaan anggaran yayasan yang efisien, transparan, dan mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
Pelanggan – meliputi kualitas pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan seperti santri, orang tua/wali, masyarakat umum, hingga alumni.
Proses Internal – fokus pada efisiensi kerja, tata kelola administrasi, pelayanan pendidikan, dan sistem penunjang lainnya.
Pembelajaran dan Pertumbuhan – mencakup peningkatan kapasitas SDM, penguatan budaya kerja, dan pembinaan kaderisasi unggulan.
Lebih jauh, Gus Anas menggarisbawahi bahwa indikator dari setiap perspektif tersebut harus selaras dengan visi-misi Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, yang mengusung semangat, Pemimpin yang berkepribadian santri, berjiwa entrepreneur rahmatan lil ‘alamin, serta berwawasan global dan berahlaqul karimah.
Rapat komisi ini menjadi ruang kolaboratif bagi para pengurus untuk tidak hanya memahami tantangan ke depan, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah strategis berbasis data dan indikator kinerja yang terukur, demi menciptakan yayasan yang adaptif, profesional, dan terus berkembang secara berkelanjutan.
Dengan implementasi konsep Balanced Scorecard ini, diharapkan sistem manajemen YPPSD ke depan akan lebih terstruktur, fokus, dan berdampak nyata, tidak hanya bagi internal pesantren, tetapi juga bagi masyarakat luas yang menjadi bagian dari ekosistem pesantren Sunan Drajat. (najihae)




