Lamongan, 12 Agustus 2025 — Suasana Aula DOM Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (YPPSD) dipenuhi semangat, kreativitas, dan keceriaan saat digelar Apresiasi Seni Santri Tingkat Yayasan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Lingkungan Pesantren (PLP) Tahun Pelajaran 2025–2026, yang dimulai pada 12 Juli 2025 dan akan berakhir pada 16 Agustus 2025.
Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan apel pagi bersama dan pembacaan Ikrar Santri Sunan Drajat. Pra-acara turut dimeriahkan oleh penampilan nasyid dari santri putri Pondok Pesantren Sunan Drajat.
Pukul 08.00 WIB, acara resmi dibuka oleh pembawa acara dari Tim BP-PLP, diawali dengan pembacaan surat Al-Fatihah. Selanjutnya, para santri dari berbagai lembaga formal dan nonformal di bawah naungan YPPSD serta sekolah mitra menampilkan bakat mereka dalam 20 penampilan beragam, meliputi: Qiroah, sholawat, puisi, musikalisasi puisi, pidato tiga bahasa, pencak silat, hingga Musabaqoh Syarhil Qur’an. Setiap penampilan berdurasi sekitar lima hingga tujuh menit.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari SMK Sunan Drajat Lamongan, yang membawakan cerita berbahasa Arab tentang pertandingan antara kelinci dan kura-kura. Kisah ini mengajarkan bahwa meskipun kelinci merasa hebat dan meremehkan kura-kura yang dianggap lambat, kesabaran, kerendahan hati, dan semangat pantang menyerah justru mengantarkan kura-kura pada kemenangan. Pesan moralnya, setiap individu memiliki potensi, bakat, dan kelebihan masing-masing, yang perlu dioptimalkan untuk meraih keberhasilan.
Nominasi Tampilan Terbaik:
- MA Ma’arif 7 Sunan Drajat – Double Singer (Santriwati kembar)
- MMA Sunan Drajat – Musabaqoh Syarhil Qur’an
- SMK Sunan Drajat – Musikalisasi Puisi
- MTs. Sunan Drajat – Nada dan Sholawat
- SMPN 2 Paciran – Qiroah

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Lembaga Formal dan Nonformal se-YPPSD, Tim BP-PLP, fasilitator, pendamping santri, dan seluruh santri baru. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan bakat dan kreativitas santri.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Santri belajar untuk percaya diri, menghargai karya seni, dan menanamkan nilai-nilai Islami,” ujar salah satu pendamping santri.
Acara ditutup pukul 11.00 WIB dengan doa penutup majelis oleh Tim BP-PLP, diiringi lantunan nasyid dari santri putri Pondok Pesantren Sunan Drajat. Momen ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif bagi para santri baru dalam memulai kehidupan mereka di pesantren.





