Beranda Berita YPPSD Gelar Upacara HUT RI Ke-81, Tanamkan Semangat Perjuangan dan Nasionalisme di...

YPPSD Gelar Upacara HUT RI Ke-81, Tanamkan Semangat Perjuangan dan Nasionalisme di Jiwa Santri

60
0
default

LAMONGAN – Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (YPPSD) menggelar Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Senin (17/8/2026). Bertempat di Lapangan Mbabrik Drajat, Paciran, Lamongan, upacara berlangsung khidmat mulai pukul 07.30 hingga 08.30 WIB dan diikuti seluruh Santriwan dan Santriwati, kepala lembaga formal dan nonformal, serta guru dan tenaga kependidikan (GTK) Yayasan pondok pesantren sunan drajat.

Peserta upacara berasal dari berbagai lembaga pendidikan YPPSD, meliputi MTs Sunan Drajat, SMPN 2 Paciran Sunan Drajat, MMA Sunan Drajat, SMK Sunan Drajat Lamongan, MA Ma’arif 7 Sunan Drajat, Universitas Sunan Drajat, dan Ma’had Aly Sunan Drajat. Bertindak sebagai pembina upacara Dr. R. H. Zainul Musthofa, M.Hi., Mudir Ma’had Aly Sunan Drajat, sementara Teks Proklamasi dibacakan oleh Khosin, S.H., S.Pd., Kepala Bidang Kepegawaian YPPSD.

Dalam amanatnya, Dr. R. H. Zainul Musthofa mengajak seluruh peserta untuk kembali mengenang sosok-sosok pejuang bangsa dan menjadikannya sebagai teladan. Salah satu tokoh yang diangkat adalah KH. Muhammad Amin Musthofa, putra KH. Musthofa Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji, Paciran, Lamongan. KH. Muhammad Amin Musthofa disebut turut berjuang bersama para santri menuju Surabaya setelah KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad.

Perjuangan tersebut kemudian berakhir di Dagan, Solokuro, Lamongan. KH. Muhammad Amin Musthofa bersama KH. Ahmad Muhtadi Musthofa gugur setelah ditembak oleh serdadu dan kemudian dimakamkan di wilayah tersebut. Kisah perjuangan keduanya menjadi pengingat bahwa ulama dan santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan mempertahankan tanah air ketika bangsa membutuhkan.

Momentum HUT ke-81 RI tahun ini juga memiliki nuansa khusus karena berdekatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam amanatnya, pembina upacara mengaitkan semangat perjuangan kemerdekaan dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai tantangan dakwah. Ia juga menyampaikan bahwa tanggal 17 memiliki sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Nabi Muhammad SAW.

Melalui upacara tersebut, YPPSD tidak hanya memperingati kemerdekaan sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum pendidikan karakter bagi generasi muda. Semangat perjuangan ulama dan santri diharapkan terus hidup dalam diri siswa dan santri Pondok Pesantren Sunan Drajat melalui pendidikan, pengabdian, persatuan, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini